Panik dan Cemas Selama Pandemi Covid-19, Psikolog Indah Sundari Ingatkan Jangan Lupa Bahagia

Di masa-masa pandemi Covid-19 banyak orang yang mulai sadar jika kesehatan mental itu ternyata diperlukan.

Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Giri
Instagram @sundariindah
Indah Sundari 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Di masa-masa pandemi Covid-19 banyak orang yang mulai sadar jika kesehatan mental itu ternyata diperlukan.

Hadirnya virus corona membuat banyak masyarakat khawatir dan hal ini berdampak pada psikologis hingga muncul rasa cemas berlebihan.

Psikolog Indah Sundari Jayanti (28) mengatakan, di masa pandemi ini banyak orang yang beranggapan untuk meningkatkan imun tubuh satu di antara caranya adalah bahagia.

"Itu benar, bahagia itu bisa membuat imun jadi lebih baik. Tetapi jangan lupa jika rasa sedih, kecewa, khawatir, itu juga bagian dari emosi yang harus dituangkan," ujar Indah saat dihubungi, Senin (8/6/2020).

Ia memberikan contoh, ketika putus cinta namun Anda tetap menahannya dan menanamkan ke dalam diri jika kita harus bahagia, justru tidak sehat dan membuat makin sakit.

"Kita harus paham betul emosi dan keadaan kita lagi bagaimana. Nangis, sedih, dan marah ketika itu dituangkan akan kembali ke emosi positif," ujarnya.

Oleh karena itu, Indah mengingatkan untuk jangan lupa bahagia.

Sempat Diduga Candi Peninggalan Kerajaan Galuh, Batu Susun Blok Rompe Kini Nyaris Terlupakan

Putri Muslimah Indoneisa Berbakat 2014 ini menjelaskan, setiap orang juga memiliki bentuk bahagia yang berbeda-beda.

"Kita harus paham betul kondisi kita, ketika sudah sadarakan diri masing-masing jadi tahu hal apa yang harus dilakukan," ujarnya.

Pemuda Asal Greged Cirebon Akhiri Hidup di Kandang Kambing Tetangga, Belum Diketahui Motifnya

Jika Anda masih merasa panik dan cemas karena informasi tentang virus corona yang terus beredar, Indah menyarankan untuk meninggalkan informasi tersebut.

Gelandang Persib Beckham Putra Punya Mimpi Besar Tahun Depan, Ingin Liga 1 2020 Bergulir Lagi

"Alihkan perhatian dengan menonton informasi yang sifatnya humor, atau bisa juga nonton drama Korea. Intinya jangan dipaksakan," ujarnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved