Pemerintah Target 20 Ribu Pemeriksaan Spesimen Setiap Hari, Hari Ini Bertambah 703 Positif Covid

Pemerintah berencana menambah target pemeriksaan spesimen per hari menjadi 20 ribu.

Dok BNPB
Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah berencana menambah target pemeriksaan spesimen per hari menjadi 20 ribu.

Juru bicara pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan penambahan target tersebut sejalan dengan semakin banyaknya fasilitas untuk memeriksa spesimen Covid-19.

''Kami akan melakukan testing spesimen lebih masif lagi. Kami upayakan target 20 ribu sehari harus kami kejar karena sarana untuk melaksanakan pemeriksaan spesimen berupa lab sudah cukup,'' katanya dalam siaran pers Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI yang dikutip Tribun, Sabtu (6/6/2020).

Menurutnya, laboratorium pemeriksaan spesimen sudah tersebar di banyak tempat.

Mesin tes cepat molekuler, misalnya, sudah tersebar di 66 kabupaten/kota di Tanah Air. Hal tersebut dapat mempercepat waktu pengumpulan data spesimen yang sudah diperiksa.

Hari ini spesimen yang sudah diperiksa sebanyak 13.333. Alhasil total total sudah 380.970 spesimen yang telah diperiksa.

3 dari 11 PDP Bersaudara yang Dirawat di Rumah Sakit Citra Ibu Kuningan Dinyatakan Sembuh

Hasilnya kasus positif Covid-19 yang baru bertambah 703 atau menjadi total 29.521. Pasien sembuh 551 sehingga menjadi 9.443, dan pasien meninggal naik 49 sehingga totalnya 1.770.

''Kalau kami perinci penambahan kasus positif Covid-19 angka penambahan kasus tertinggi terjadi di Jawa Timur 141, DKI 76, Kalsel 71, Jateng 58, dan Sulsel 54,'' katanya.

Pemkab Indramayu Siapkan Aplikasi Khusus PPDB 2020, Siap Bantu Orang Tua Belum Mengerti

Namun demikian ada 19 provinsi yang angka kenaikannya di bawah 10. Tiga provinsi hanya melaporkan kenaikan 2 kasus baru, 4 provinsi yang masing-masing melaporkan 1 kasus baru, dan 6 provinsi yang tidak ada kasus baru.

Polisi Cianjur Adang Pengendara Mio, Amankan Paket Sabu-sabu yang Digenggam Tangan Kiri

''Ini menggambarkan kondisi masyarakat yang sudah mulai bisa menerapkan protokol kesehatan. Kita mulai bergerak ke tatanan hidup baru di mana segala aktivitasnya mengedepankan pencegahan penularan Covid-19,'' katanya.

Pembelaan Rinni Ihwal Hilangnya Lagu Keke Bukan Boneka di YouTube: di Luar Wewenang Aku

Menurutnya, pemerintah akan sungguh-sungguh untuk bersama-sama masyarakat menciptakan situasi aman, situasi di mana terbebas dari penularan. Oleh karena itu protokol kesehatan ditujukan untuk menciptakan rasa aman dari penularan Covid-19. (*)

Penulis: Siti Fatimah
Editor: Sugiri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved