Selaawi Bersiap Jadi Sentra Kunyit di Garut
Jika produksi sedang melimpah, kunyit di Selaawi bisa mencapai 4.000 ton setiap panen.
Penulis: Firman Wijaksana | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana
TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Selain menjadi sentra bambu, Kecamatan Selaawi juga mulai mengembangkan tanaman kunyit. Produksi kunyit di Selaawi mencapai ribuan ton dalam sekali panen.
Ketua Kelompok Tani Selaawi lll, Pandi, menuturkan, ratusan petani kunyit di Kecamatan Selaawi tersebar di tujuh desa. Dalam sekali panen, bisa menghasilkan kunyit sebanyak 2.400 ton.
"Kunyit bisa disebut sebagai produk unggulan nomor dua setelah bambu. Kunyit Selaawi sudah siap merambah pasar dunia," ujar Pandi, Jumat (5/6/2020).
• Tak Hanya Covid-19, Anggota Dewan Juga Minta Pemkot Sukabumi Konsentrasi Tangani DBD
Jika produksi sedang melimpah, kunyit di Selaawi bisa mencapai 4.000 ton setiap panen. Selama ini, para petani kunyit di Selaawi menjual kunyit kepada tengkulak dalam bentuk mentahan.
Dari para tengkulak, baru dijual kembali ke pasar-pasar tradisional. Selain harganya yang tidak stabil, secara ekonoms dinilai kecil.
“Kadang-kadang harganya cuma Rp 3000 per kilogramnya. Kalau lagi anjlok, paling dijual Rp 1500 setiap kilonya," ucapnya.
Para petani yang tergabung dalam kelompok tani kini tengah mempersiapkan untuk meningkatkan harga jual kunyit. Pihaknya mulai melakukan kerja sama dengan dinas dan lembaga terkait.
• Orangtua Siswa di Garut Keluhkan PPDB Online, Banyak yang Tak Paham
"Sekarang kami sudah kerja sama dengan salah satu universitas yang ada di Bandung. Mereka akan membantu pengolahan hingga pemasaran," katanya.
Pengolahan harus didukung dengan alat dan mesin yang memadai. Jika ingin mendapatkan nilai jual yang lebih bagus, sistem pengolahan yang selama ini bersifat tradisional harus diubah.
"Alhamdulillah kami sudah dapat bantuan berupa mesin pencacah dan mesin giling tepung," ucapnya.
Menurutnya, jika produk kunyit yang dihasilkan berbentuk olahan, para petani di Selaawi bisa menjadi eksportir dan bersaing di tingkat internasional.
• Pemprov Jabar Salurkan 947 Ribu Paket Bansos, Target 1,4 Juta Paket, Duit Rp 500 Ribu dan Sembako
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ibu-ibu-di-kecamatan-selaawi-sedang-menyortir-kunyit-yang-akan-dipasarkan.jpg)