Virus Corona di Jabar

8 Warga Cirebon yang Rapid Testnya Reaktif Dipersilakan Menempati Gedung Diklat BKKBN Kota Cirebon

Terutama jika mereka merasa waspada dan ingin mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Tribun Cirebon/Ahmad Imam Baehaqi
Warga saat menjalani rapid test di Aula Diklat BKKBN Kota Cirebon, Jalan Sudarsono, Kota Cirebon, Kamis (28/5/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Delapan warga yang mengikuti rapid test massal di SD Pesisir, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, hasilnya reaktif.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, Edy Sugiarto, mempersilakan delapan orang itu menempati Gedung Diklat BKKBN Kota Cirebon di Jalan Sudarsono, Kota Cirebon.

Terutama jika mereka merasa waspada dan ingin mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

"Bagi mereka yang khawatir menularkan kepada keluarga dan lingkungannya bisa menempati BKKBN," ujar Edy Sugiarto melalui sambungan teleponnya, Jumat (5/6/2020).

Ia memastikan warga yang ingin menempati Gedung Diklat BKKBN Kota Cirebon akan difasilitasi kebutuhannya.

Di antaranya, makan sehari tiga kali dan menempati ruang istirahat yang fasilitasi memadai.

Menurut dia, di gedung itupun terdapat beberapa kamar yang masing-masing terdapat dua hingga tiga tempat tidur.

"Di setiap kamar juga tersedia dua kamar mandi," kata Edy Sugiarto.

Ia mengatakan, gedung tersebut sengaja disiapkan Pemkot Cirebon untuk karantina mandiri.

Karenanya, delapan warga yang hasil rapid testnya reaktif bisa menempati gedung tersebut.

Mereka pun akan ditindaklanjuti untuk dilakukan swab test di RSD Gunung Jati Kota Cirebon.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved