Tolak Dikubur Secara Covid-19, Anak Naik Kap - Suami Tidur di Kolong Ambulans, Kini Siap Menggugat

Seorang pasien di Makassar bernama Nurhayani meninggal dunia dan ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan ( PDP).

KOMPAS.COM/HIMAWAN
Salah satu anak dari pasien PDP Covid-19 di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar saat menghalangi mobil petugas yang membawa ibunya di pemakaman khusus Covid-19, Senin (15/5/2020) lalu. 

TRIBUNJABAR.ID - Seorang pasien di Makassar bernama Nurhayani meninggal dunia dan ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan ( PDP).

Padahal, keluarga yakin Nurhayani tak terinfeksi Covid-19.

Terlanjur dimakamkan di makam khusus pasien Covid-19, dikutip dari Kompas.com, rupanya hasil tes swab Nurhayani negatif corona.

Ada Pungli dalam Bantuan Covid-19 atau Bansos? Laporkan ke Saber Pungli agar Ditindak Secara Pidana

UPDATE Covid-19, Nasional Bertambah 585 Kasus, Jabar Bertambah 9 Kasus Positif

Lakukan Salat Jumat atau Tidak, Jubir Gugus Tugas Covid-19 Jabar: Masjid Harusnya Ikuti Imbauan MUI

Suami Nurhayani, Andi Baso Ryadi Mappasule pun akan menggugat tim gugus tugas.

Menentang prosedur Covid-19

Sang suami, Ryadi menuturkan, keluarga menyayangkan pihak rumah sakit yang menyematkan status PDP pada istrinya.

Sebab ia meyakini istrinya meninggal lantaran stroke, bukan karena corona.

"Istri saya tidak memiliki riwayat penyakit, tiba-tiba kena stroke. Lama penanganannya sampai pecah pembuluh darah dan dia mengeluh sakit kepala terus," tutur Ryadi.

Kurang lebih sembilan jam dirawat, Nurhayani akhirnya meninggal.

"Jam 3 sore kena (penyakit), kurang 5 menit jam 12 malam meninggal dan divonis PDP," papar dia, Selasa (2/6/2020).

Halaman
123
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved