Ikan Milik Warga Lepas Diterjang Banjir Rob, Petambak di Pabean Ilir Indramayu Rugi Lebih Rp 50 Juta

Para petambak ikan di Blok Tegur Desa Pabean Ilir, Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu mesti merugi hingga lebih dari Rp 50 juta akibat banjir rob

Tribun Jabar/Handhika Rahman
Anak-anak saat mencoba menangkap ikan milik penambak yang lepas diterjang banjir rob di Blok Tegur Desa Pabean Ilir, Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu, Rabu (3/6/2020) malam. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Para petambak ikan di Blok Tegur Desa Pabean Ilir, Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu mesti merugi hingga lebih dari Rp 50 juta akibat banjir rob yang melanda kawasan setempat.

Salah seorang penambak, Nurdin (43) mengatakan, ada sekitar 15 ribu ikan bandeng miliknya kemungkinan besar hilang.

Hal ini dikarenakan empang yang disewanya itu rata terendam banjir rob, banyak ikan yang lepas diterjang banjir.

Dikejutkan Banjir Rob, Warga Desa Pabean Ilir Indramayu : Seingat Saya Ini Banjr Rob Terparah

Diketahui banjir yang melanda kawasan pesisir di desa setempat pada malam ini mencapai ketinggian 30-40 centimeter.

"Kalau saya tidak punya empang tapi nyewa, hilang semua sudah rata airnya, ikannya pada kabur," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Rabu (3/6/2020) malam.

Nurdin menceritakan, padahal sebentar lagi ikan bandeng miliknya itu sudah siap untuk panen.

Namun, ikan-ikan itu justru hilang terbawa banjir rob.

"Sudah 3 bulan setengah ada yang sudah setengah kilo ada yang 6 ons kan bubar semua," ujar dia.

Banjir Rob Masih Bakal Melanda Pesisir Indramayu Sampai Besok, Masyarakat : Fenomena Padang Bulan

Ia merinci, untuk biaya pakan saja selama ini diperkirakan sudah menghabiskan sebanyak 200 karung dengan total rupiah sekitar Rp 50 juta.

"Belum biaya benih dan tenaga, kalau dirata-rata rugi di atas Rp 50 juta," ujarnya.

Pantauan Tribuncirebon.com, ikan-ikan milik petambak itu terlihat berenang bebas di pemukiman warga.

Anak-anak pun tampak membawa saringan ikan di tengah kepungan banjir, mereka mencoba menangkap ikan milik penambak yang lepas.

"Kalau di sini memang mayoritas warganya adalah penambak," ujar Nurdin.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved