Hampir 99 Persen Penerbangan Berhenti, Susi Pudjiastuti Harus PHK Karyawan Susi Air

“Kami pun sama harus merumahkan dan mem-PHK karyawan. Karena situasi memang tidak memungkinkan,” tulis Susi Pudjiastuti dalam akun Twitter pribadinya,

Instagram
ILUSTRASI - Di akun Instagram-nya, @susipudjiastuti115, terlihat ada sebuah video yang memperlihatkan Susi sedang makan ikan. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus pemilik maskapai Susi Air, Susi Pudjiastuti mengaku terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada karyawannya.

Pernyataan ini dia lontarkan menanggapi PHK sejumlah pilot, salah satunya adalah maskapai penerbangan pelat merah, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Namun demikian, Susi tak mengungkap berapa banyak karyawan Susi Air yang terkena PHK.

“Kami pun sama harus merumahkan dan mem-PHK karyawan. Karena situasi memang tidak memungkinkan,” tulis Susi Pudjiastuti dalam akun Twitter pribadinya, Kamis (4/6/2020).

Susi beralasan, PHK harus dilakukan karena 99 persen penerbangan Susi Air dihentikan akibat pandemi Covid-19. Hanya tersisa 1 persen untuk penerbangan perintis yang mulai beroperasi minggu ini. “Susi Air hampir 99 persen penerbangannya pun berhenti. Semua terkena dampak. Sebagian ya,” ucap Susi.

Sebelumnya, Susi sempat mengeluh pendapatan maskapainya menurun akibat pandemi. Tak tanggung-tanggung, hampir 98 persen pesawatnya tak lagi melakukan penerbangan pada April 2020 lalu.

Penerbangan perintis pun sudah 95 persen berhenti karena bandara-bandara tujuan ditutup dan dibatasi operasionalnya selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Penerbangan kargo, yang menjadi andalannya saat ini, tak senormal hari biasa.

“Susi Air contohnya perusahaan yang saya punya, dalam 1 bulan kehilangan 98 persen dari penerbangan. How can we go back to 30 persen aja belum terbayang,” ujar Susi dalam konferensi video, Rabu (29/4). (kompas.com/fika nurul ulya)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: "Pengakuan Susi Pudjiastuti: Susi Air Harus PHK Karyawan Akibat Pandemi"

Editor: Darajat Arianto
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved