Ridwan Kamil Ikut Tanda Tangan PKS, Rp 35 T Disiapkan Atasi Banjir dan Longsor Jabodetabekpunjur

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, turut menandatangani naskah kesepakatan bersama penanggulangan banjir dan longsor Jabodetabekpunjur.

muhamad syarif abdussalam
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, turut menandatangani naskah kesepakatan bersama penanggulangan banjir dan longsor di kawasan Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi-Puncak-Cianjur (Jabodetabekpunjur) tahun 2020-2024.

Selain Gubernur Jabar yang akrab disapa Emil ini, penandatanganan dokumen secara virtual melalui aplikasi Ruang Kerja pada Selasa (2/6/2020), juga melibatkan Menteri Dalam Negeri, Menteri PUPR, Menteri Agraria dan Tara Ruang, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri PPN, Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Banten, Bupati Bogor, Tangerang, Bekasi dan Cianjur, serta Wali Kota Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Kota Bekasi.

Emil menuturkan perjanjian kerja sama (PKS) merupakan komitmen bersama selama empat tahun mendatang akan disiapkan anggaran Rp 35 triliun untuk menanggulangi banjir dan longsor di kawasan metropolitan Jabodetabekpunjur.

Anggaran bersumber dari APBN melalui sejumlah kementerian, APBD provinsi, dan APBD kabupaten/kota.

"Kami menandatangani kesepahaman bersama untuk menyiapkan anggaran sebesar Rp 35 triliun dibagi-bagi oleh anggaran pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota untuk menangani banjir di daerah Jabodetabekpunjur yang memang beberapa muara sungainya ada di Jabar dan hilirnya ada di Jakarta, Bekasi dan sekitarnya," ujar Emil di Gedung Pakuan, Rabu (3/6/2020).

Anggaran yang dipersiapkan oleh APBD Pemprov Jabar besarannya saat ini masih dihitung. Emil mengatakan pengalokasian anggaran ini akan dilakukan secara transparan.

Ia berharap masyarakat bisa memahami bahwa menyelesaikan banjir dan longsor memerlukan biaya tidak sedikit dan waktu lama.

"Anggaran dari Pemprov Jabar akan dirumuskan kira-kira persentasenya berapa dari Rp 35 triliun itu. Semoga dengan informasi yang transparan warga bisa paham bahwa proses menyelesaikan banjir itu butuh empat tahun sampai tahun 2024. Jadi kalau ada banjir di tahun-tahun depan mohon bersabar, proyek raksasa Rp 35 triliun ini butuh waktu yang tidak sebentar," katanya.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Jabar, Taufiq Budi Santoso, mengatakan ada empat strategi rencana aksi yang disepakati dalam menanggulangi banjir dan longsor di wilayah Jabodetabekpunjur.

Halaman
123
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Sugiri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved