Breaking News:

Peluang Industri Kesehatan Kian Menjanjikan Pascapandemi Covid-19

Industri maupun usaha kecil dan menengah di bidang kesehatan sangat berpotensi untuk berkembang di masa pandemi Covid-19 ataupun setelahnya.

Tribunjabar/Syarif Abdussalam
Kepala Dinas Indag Jabar, Mohamad Arifin Soedjayana 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Industri maupun usaha kecil dan menengah ( UKM) di bidang kesehatan sangat berpotensi untuk berkembang di masa pandemi Covid-19 ataupun setelahnya.

Kesadaran masyarakat akan kesehatan dan perlindungan diri yang semakin meningkat pascapandemi dinilai menjadi salah satu pemicunya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Arifin Soedjayana, mengatakan dinasnya bersama dinas lainnya, termasuk Dinas Kesehatan Jabar, sudah menyusun rencana untuk mengembangkan industri kesehatan di Jawa Barat.

Harga Cabai di Pasar Ujungberung Bandung Turun hingga 50 Persen, Kini Rp 20.000 Per Kg

Pengembangan industri di bidang kesehatan ini, katanya, selain akan mengurangi angka pengangguran akibat Covid-19, juga menambah keragaman dan penguatan industri kesehatan yang semakin menjanjikan di Jawa Barat.

Di Jawa Barat sendiri, katanya, industri pembuatan alat kesehatan seperti alat pelindung diri untuk menanganan Covid-19, laju usahanya kian kencang.

Berbagai industri pakaian pun, katanya, banyak yang malah memproduksi alat pelindung diri.

Bahkan beberapa perusahaan baru produsen alat pelindung diri bermunculan dengan berbagai inovasinya.

"Ada perusahaan yang bisa membuat alat pelindung diri yang kalau dipakai tidak akan kegerahan. Kemudian bisa dicuci dan dipakai ulang sampai 30 kali, bahkan kualitasnya sudah diuji oleh ITB. Ada efisiensi harga juga sehingga lebih murah. Inovasi-inovasi di bidang industri kesehatan ini terus bermunculan," kata Arifin di Gedung Sate, Rabu (3/6/2020).

Pemkab Cirebon Lakukan Ini Selama Penutupan Sementara Tiga Pasar Tradisional di Kecamatan Pabuaran

Arifin mengatakan peluang lainnya di bidang kesehatan adalah industri kecil dan menengah di bidang jamu atau suplemen makanan.

Walaupun industri kecil dan menengah kewenangannya ada di tingkat kabupaten dan kota, katanya, namun hal ini pun menjadi perhatiannya.

"Orang-orang sudah mulai melirik produk jamu dan suplemen untuk menambah kebugaran, untuk lansia atau anak. Ini bukan industri obat ya, tapi lebih ke industri herbal. Inilah yang kita buat nanti bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan setidaknya penyuluhan terkait dengan industri kesehatan kepada pengusaha," ujarnya.

Arifin mengatakan belum mendapat data mengenai industri kesehatan seperti ini yang sudah ada di Jabar karena berskala industri kecil dan menengah.

Namun, dirinya memastikan peningkatan produksi di industri kesehatan ini bisa meningkat antara 100 hingga 200 persen. (Sam)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved