Citilink Kembali Terbang, Ada 104 Rute Penerbangan ke 21 Kota

Citilink menerapkan new boarding management untuk mengatur jarak dalam antrean selama proses boarding

Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Pesawat dari maskapai Citilink menjadi penerbangan komersil pertama yang landing di BIJB Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jumat (8/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Maskapai penerbangan Citilink, telah mengoperasikan total 104 penerbangan sejak membuka kembali layanannya pada 1 Juni 2020.

Direktur Utama Citilink, Juliandra mengatakan layanan penerbangan reguler penumpang sebanyak 104 penerbangan ke 21 kota ini menerapkan prosedur new normal dan tetap mengutamakan aspek kesealamatan, keseahtan dan kenyamanan.

Ia menambahkan, nantinya pada fase pra-penerbangan pihaknya bekerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan pihak Gugus Tugas Percepatan Covid-19 di setiap bandara untuk memverifikasi kelengkapan dokumen penumpang.

"Kami juga memastikan penumpang yang terbang berada dalam kondisi sehat, dengan mewajibkan untuk menunjukan surat keterangan bebas Covid-19 melalui hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR)," kata Juliandra.

Selain itu, lanjut Juliandra, Citilink menerapkan new boarding management untuk mengatur jarak dalam antrean selama proses boarding agar tidak ada penumpukan penumpang.

Kemudian pada fase in-flight, menurut Juliandra, pihaknya menerapkan standar baru di dalam pesawat selama penerbangan di antaranya pengaturan tempat duduk, serta seluruh penumpang dan kru diwajibkan untuk selalu menggunakan masker.

"Selain itu terdapat penyediaan hand sanitizer di seluruh pesawat, serta proses penyajian makanan dan minuman dengan tata cara yang higienis," kata Juliandra.

Pihaknya juga menerapkan pengaturan jarak, pada fase post-flightsaat pengambilan bagasi di area kedatangan dengan tetap melakukan prosedur pemeriksaan dan pencocokan terhadap bagasi yang keluar.

"kami juga melakukan desinfeksi pada seluruh pesawat yang beroperasi setiap harinya sesuai dengan prosedur yang berlaku," kata Juliandra.

"Kemudian pada armada kami, juga menghadirkan sistem penyaring udara HEPA (High Efficiency Particulate Arrestor) untuk menyaring debu serta berbagai bahan pencemar udara, termasuk virus dan bakteri," lanjutnya.

Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved