Breaking News:

Virus Corona di Jabar

Apa Kata Gugus Tugas Covid-19 Tentang Herd Immunity dan Gelombang Kedua

Pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 secara tegas meluruskan bahwa tidak ada rencana untuk menerapkan konsep herd immunity.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Dedy Herdiana
Pixabay
Ilustrasi: social distancing mencegah penyebaran virus corona. Lalu Apa Kata Gugus Tugas Covid-19 Tentang Herd Immunity dan Gelombang Kedua 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejak beberapa waktu lalu wacana herd immunity di masa pandemi melalui pemulihan aktivitas masyarakat yang produktif dan aman Covid-19 beredar luas di jejaring sosial.

Opini yang dibangun pun merujuk pada langkah penanganan menuju herd immunity.

Pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 secara tegas meluruskan bahwa tidak ada rencana untuk menerapkan konsep herd immunity.

VIDEO Pandemi Covid-19, Objek Wisata di Cipanas Garut Tutup, Sehari Cuma Dapat Rp 5 Ribu

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional, Prof Wiku Adisasmito menjelaskan bahwa istilah herd immunity muncul dari bahasa asing.

Istilah ini bermakna kekebalan dalam suatu kelompok atau kawanan.

Dari satu orang yang terinfeksi, menjadi dua, tiga, empat orang, hingga mayoritas atau bahkan seluruh anggota kelompok tersebut memiliki imunitas, itulah herd immunity.

Herd immunity membutuhkan minimal 70 persen dari populasi untuk terinfeksi, dan akhirnya kebal terhadap virus tersebut.

Penjelasan New Normal dengan Herd Immunity Era Baru Masa Pandemi Covid-19, ini Kata Ahli

Prof Wiku mengatakan bahwa herd immunity tidak mungkin terjadi dalam konteks Indonesia.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara dengan populasi yang besar. Populasi yang ada juga menghuni pulau, yang terpisah laut maupun daratan. Sehingga transmisi virus pun akan terhambat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved