Breaking News:

Adaptasi Kebiasaan Baru

Ekowisata dan Wisata Kesehatan Diprediksi Lebih Diminati Pasca Pandemi Covid-19

Terlebih dengan hadirnya kondisi “new normal” atau tren baru dalam berwisata di mana wisatawan akan lebih memperhatikan protokol-protokol wisata, teru

TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA
ILUSTRASI - Kawasan Desa Kutamanah, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta yang ditawarkan Pemkab Purwakarta untuk dijadikan ekowisata. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNJABAR.ID - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) memprediksi produk ekowisata di Indonesia akan sangat diminati pascapandemi Covid-19.

Terlebih dengan hadirnya kondisi “new normal” atau tren baru dalam berwisata di mana wisatawan akan lebih memperhatikan protokol-protokol wisata, terutama yang terkait dengan kesehatan, keamanan, dan kenyamanan.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Event) Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani, saat Webinar Ekowisata, mengatakan, pandemi ini mengubah jenis atau tipe dan pengelolaan destinasi termasuk di dalamnya kegiatan ekowisata. Untuk itu, perlu evaluasi dan penataan ulang pola perjalanan ekowisata yang disesuaikan dengan kondisi new normal.

“Kami prediksikan kegiatan wisata berbasis alam atau outdoor paling cepat rebound karena ecoturism bukan mass tourism tetapi wisata minat khusus,” katanya dalam siaran pers Kemenparekraf yang dikutip Tribun, Senin (1/6/2020).

Ia mengatakan, Kemenparekraf/Baparekraf mendukung akan kembalinya atau berkembangnya ekowisata di Indonesia. Ke depannya, Kemenparekraf/Baparekraf juga akan berkonsentrasi pada wisata ecotourism dan wellness tourism (*)

Penulis: Siti Fatimah
Editor: Darajat Arianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved