Breaking News:

AHY Singgung Ancaman Pembunuhan Jurnalis dan Akademisi: Kekebasan Menurun, Pendapat Dibelenggu

Isu pembunuhan ini, menurut Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), anak SBY, Ketua Umum Partai Demokrat, mengesankan makin kuatkan kebebasan sipil menurun.

Kolase Tribun Jabar (Instagram/agusyudhoyono)
Waketum Demokrat AHY kini berewokan, penampilan putra SBY ini kini makin jadi sorotan. 

TRIBUNJABAR.ID - Isu ancaman pembunuhan terhadap jurnalis dan akademisi yang membahas soal negara atau pemerintahan Jokowi, belakangan menjadi sorotan tajam.

Seorang jurnalis Detik.com yang menulis berita tentang kunjungan presiden Jokowi ke Bekasi, disoal.

Sang wartawan kemudian mendapatkan ancaman pembunuhan dari orang tak dikenal karena berita yang dia tulis.

Diskusi di UGM pun dibatalkan. Nara sumbernya dikabarnya mendapatkan ancaman pembunuhan.

Isu pembunuhan ini, menurut Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), anak SBY, Ketua Umum Partai Demokrat, mengesankan makin kuatkan bahwa kebebasan sipil di Indonesia kian menurun.

"Kurang dari seminggu belakangan, kita dengar lagi munculnya teror pembunuhan terhadap jurnalis akibat penulisan berita & pada akademisi akibat diskusi tata negara. Ini makin menguatkan kesan bahwa kebebasan sipil kita kian menurun. Pendapat seolah dibelenggu," tulis AHY di akun Twitternya, Senin (1/6/2020).

Dari AHY hingga Ridwan Kamil, Ini Deretan Pesohor yang Ikut Oplas Challenge, Edit Foto di FaceApp

AHY mulanya bicara soal lahirnya Pancasila, pada 1 Juni 2020.

Suami Anissa Pohan itu kemudian mengaitkan dengan perjuangan pada pendahulu pendiri Indonesia yang memperjuangkan dasar negara Indonesia yang berdasarkan Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Demokrasi dan Keadilan Sosial.

"DI dalamnya terkadung makna tentang hak setiap individu untuk berpendapat bermusyawarah untuk mufakat," ujar AHY.

Permintaan Ani Yudhoyono Sebelum Meninggal Berhasil Diwujudkan SBY, Kini Dia Persembahkan Lagu

"Selalu jadi tugas kita utk merawat Pancasila, beserta nilai demokrasi & kebebasan sipil di dalamnya. Kebebasan berpendapat adl amanat konstitusi. Mari kembali pd hakikat Pancasila yg utuh. Demokrasi saat ini adl hasil perjuangan. Jgn kita sia-siakan. Selamat hari lahir Pancasila."

Penulis: Kisdiantoro
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved