New Normal di Jabar

Ini Cara Ibadah Berjamaah di Masjid dan Tempat Ibadah Lainnya Selama AKB atau New Normal di Jabar

Gubernur Jabar Ridwan Kamil meninjau Masjid Al-Irsyad Kota Baru Parahyangan dan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI), Padalarang, KBB, Sabtu (30/5).

Istimewa/Humas Jabar
Gubernur Jabar Ridwan Kamil meninjau Masjid Al-Irsyad Kota Baru Parahyangan, Padalarang, KBB, Sabtu (30/5/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

Gubernur Jabar Ridwan Kamil meninjau Masjid Al-Irsyad Kota Baru Parahyangan dan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI), Padalarang, KBB, Sabtu (30/5/2020).

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil turut melakukan simulasi ibadah di Masjid Al-Irsyad Kota Baru Parahyangan, sebagai bentuk persiapan ibadah berjamaah di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau new normal di 15 kabupaten dan kota di Jabar.

Dikatakannya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai standar protokol kesehatan di tempat ibadah, khususnya masjid.

VIDEO-Ini Daftar 15 Daerah di Jabar yang Sudah Bisa Terapkan New Normal, 12 Wilayah Perpanjang PSBB

“Warga yang datang harus cuci tangan dulu. Prosedur kedua, antre menuju tempat wudu. Wudu juga antre, ada jarak. Tempat wudu juga kerannya tidak dibuka semua, diselang-seling sehingga wudu pun ada jarak,” tutur gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini saat meninjau Masjid Al Irsyad, Sabtu (30/5/2020).

Gubernur Jabar Ridwan Kamil didampingi Ketua TP PKK Provinsi Jabar Atalia Ridwan Kamil meninjau Masjid Al-Irsyad Kota Baru Parahyangan, Padalarang, KBB, Sabtu (30/5/2020).
Gubernur Jabar Ridwan Kamil didampingi Ketua TP PKK Provinsi Jabar Atalia Ridwan Kamil meninjau Masjid Al-Irsyad Kota Baru Parahyangan, Padalarang, KBB, Sabtu (30/5/2020). (Istimewa/Humas Jabar)

Siapkan Kegiatan di Rumah Ibadah di Zona Biru selama AKB, yang Zona Kuning Diminta Ikuti Imbauan MUI

Selain itu, dilakukan pengecekan suhu tubuh sebelum para jemaah memasuki ruangan masjid.

Kang Emil pun meminta agar petugas masjid bertindak tegas jika diketahui ada warga dengan suhu tubuh di atas batas normal yakni 37,5 derajat celcius.

Selain itu, tanda jarak aman antar baris atau saf salat juga tidak boleh dilanggar.

"Warga yang suhunya 37,5 derajat Celcius ke atas, tidak masuk kategori wajib salat berjamaah di masjid, karena punya risiko kesehatan. Kemudian yang masuk ke dalam, siap salat, para jemaah harap melihat ke bawah, kalau tandanya silang itu spot yang tidak boleh dipakai untuk salat, maka salat boleh berjarak,” katanya.

Terkait pelaksanaan Salat Jumat berjamaah yang merujuk fatwa MUI, Kang Emil menjelaskan bahwa Salat Jumat tidak bisa dilaksanakan secara bergiliran dan masyarakat disarankan untuk membawa sajadah masing-masing.

Halaman
123
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved