PPDB Online di Palabuhanratu Sukabumi Dinilai Tidak Efektif, Ini Alasannya

PPDB dianggap tidak efektif, bahkan terjadi penurunan cukup drastis dibandingkan dengan tahun lalu.

ILUSTRASI: ARI RUHIYAT
Ilustrasi PPDB Online 

Laporan Kontributor Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Merebaknya wabah virus corona di Indonesia, membuat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Makarim, membuat kebijakan belajar di rumah hingga pandemi berakhir.

Bahkan, pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pun dilakukan secara online.

Namun, terdapat sebuah kendala dalam PPDB online. Di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, misalnya.

PPDB dianggap tidak efektif, bahkan terjadi penurunan cukup drastis dibandingkan dengan tahun lalu.

"PPDB untuk tahun ini, kemarin beberapa bulan yang lalu sudah di goalkan. Juknisnya, yang memang secara online. Tapi, kemarin kita evaluasi dan meminta masukan dari beberapa sekolah, ternyata memang tidak efektif," ujar Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Komisariat Palabuhanratu, Andriyana kepada Tribunjabar.id, Jumat (29/5/2020).

Masjid Bakal Ramai Lagi Saat New Normal, Ditpolairud Polda Jabar Bersih-bersih Masjid di Cirebon

Andriyana menyebutkan, di sekolahnya saja terjadi penurunan sekitar 50 persen lebih dibanding tahun lalu.

"Termasuk sekolah saya sendiri sampai hari ini, dibanding dengan tahun lalu menurun sekitar 50 persen lebih dari tahun lalu. Sebenarnya ini sudah sejak beberapa bulan yang lalu, sekitar bulan April juga kita buka secara online menunggu Juknis selesai," terangnya.

"Kalau melihat Juknis itu mulai tanggal 8 Juni sampai tanggal 12 Juni, itu di Juknis yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat itu hanya sekitar satu minggu. Tanggal 15 itu verifikasi dari sekolah-sekolah, tanggal 18 nya itu pengumuman," ucapnya.

Bocah di Sragen Meninggal Setelah Digigit Kutu Kucing, Jari Bengkak dan Alami Demam

Mengantisipasi penurunan lebih banyak, Andriyana mengatakan, pihaknya sengaja membuka pendaftaran PPDB dari jauh-jauh hari.

"Tapi, bagi kami sekolah-sekolah swasta buka sejak jauh-jauh hari dan kami tutup ketika nanti mendekati ajaran baru dimulai. Kalau tahun lalu, sekolah saya sendiri itu ada sekitar 160. Tapi tahun sekarang, kemarin itu ada sekitar 77 orang," jelasnya.

"Sehingga memang penurunan sangat drastis, karena memang sekarang PPDB nya bersifat online, sehingga banyak terkendala dari peserta didik dan orang tua.
Banyak yang tidak memiliki handphone," imbuhnya

VIDEO Ditinggal Pergi, Rumah Nasrudin di Ciamis Kebakaran dan Gosong Jadi Abu

Penulis: M RIZAL JALALUDIN
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved