PKB Minta Pemkab Indramayu Perhatikan Pondok Pesantren, Agar Tak Jadi Lokasi Penyebaran Covid-19

Fraksi PKB DPRD Kabupaten Indramayu meminta pemerintah daerah bisa memperhatikan pondok pesantren.

ISTIMEWA
ILUSTRASI: PELAKSANAAN salat Tarawih di Pondok Pesantren Al-Quraniyah di Desa Dukuhjati, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Kamis (23/4/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Fraksi PKB DPRD Kabupaten Indramayu meminta pemerintah daerah bisa memperhatikan pondok pesantren.

Hal tersebut disampaikan Ketua Fraksi PKB DPRD Indramayu, Amroni kepada Tribuncirebon.com, Jumat (29/5/2020).

Amroni mengatakan, pondok pesantren menjadi salah satu elemen masyarakat yang kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah bahkan sejak pandemi Covid-19 mulai mewabah.

VIDEO-Pemkab Indramayu Mulai Sosialisasikan New Normal, Bentuk Relawan Untuk Edukasi Hingga RT

"Terlebih dengan adanya rencana new normal maka proses belajar mengajar akan kembali berjalan, termasuk di pesantren, persoalannya adalah masih banyak pesantren yang perlu mendapatkan bantuan kaitannya dengan sarana prasarana kesehatan," ujar dia.

Ia menilai, jika kegiatan belajar mengajar di pondok pesantren sudah mulai berjalan, maka harus ditunjang pula dengan protokol kesehatan para santri.

"Kalau di sekolah kan ada dana BOS yang bisa digunakan untuk keperluan sarana prasarana kesehatan seperti disinfektan, hand sanitiazer dan gun termometer, juga pembuatan wastafel. Bagaimana dengan nasib pondok pesantren yang tidak memiliki anggaran seperti halnya BOS di sekolah," ujarnya.

Inginkan New Normal, Pedagang di Indramayu Juga Khawatir Ada Lonjakan Kasus Corona

Amroni mengatakan, keselamatan santri, ustadz, dan para kiai yang mengajar di pesantren harus mendapatkan perhatian lebih.

Jangan sampai dengan adanya aktivitas belajar di pondok pesantren dan tidak ditunjang sarana prasarana kesehatan yang memadati membuat cluster penyebaran baru di pondok pesantren.

Mengingat, jumlah pesantren di Kabupaten Indramayu yang cukup banyak dengan jumlah santri yang mencapai ribuan, mereka sebagian besar berasal dari luar daerah.

Amroni juga menyampaikan, pemerintah daerah mesti mengkaji tata cara kegiatan belajar dengan melakukan sosialisasi serta simulasi di pondok pesantren jika new normal benar dilaksanakan di Kabupaten Indramayu.

"Pemda Indramayu harus hadir dan memperhatikan pesantren, sanitasi di pesantren masih banyak yang belum representatif dan harus dibantu apalagi dalam mempersiapkan pergeseran kebiasaan dengan adanya new normal ini," ujar dia.

Ini Kondisi Guru Honorer yang Positif Covid-19 di Indramayu, Sebelumnya Didiagnosa Ada Kelainan Otak

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Indramayu Muhammad Sholihin menambahkan, pihaknya akan mendorong Plt Bupati Indramayu untuk memberi perhatian kepada pondok pesantren.

Minimalnya dengan memfasilitasi sarana prasarana kesehatan dan bantuan pendanaan agar kegiatan belajar mengajar nanti bisa berjalan efektif.

"Mohon agar Plt Bupati Indramayu memfasilitasi, dan mensuport pesantren supaya para kyai, ustad dan santri bisa melakukan kegiatan di  pesantren dengan nyaman dan tenang," ujar Muhammad Sholihin.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved