Breaking News:

Pedagang Pasar Baru Indramayu Menjerit Omzet Anjlok, Momen Lebaran Lebih 50 Persen

Pedagang di Pasar Baru Indramayu mengeluh omzet yang tak kunjung normal sejak wabah Covid-19 muncul.

Tribun Cirebon/Handhika Rahman
Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Baru (Asparu) Indramayu, Adang Wahyudi. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Pedagang di Pasar Baru Indramayu mengeluh omzet yang tak kunjung normal sejak wabah Covid-19 muncul.

Mayoritas para pedagang itu mengaku harus merelakan omzetnya turun hingga lebih dari 50 persen.

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Baru (Asparu), Adang Wahyudi, mengatakan, daya beli masyarakat menurun drastis termasuk saat momen Lebaran.

"Biasanya kalau Lebaran itu bisa dapat sampai Rp 50 juta dalam sehari, sekarang cuma Rp 10 juta," ujar dia kepada Tribuncirebo.com, Jumat (29/5/2020).

Adang Wahyudi mengatakan, menurunnya omzet diakibatkan oleh banyak sebab. Satu di antaranya banyak masyarakat yang penghasilannya berkurang bahkan sampai di-PHK.

Imbasnya, para pedagang di Pasar Baru Indramayu sepi pembeli. Padahal momen Lebaran biasa dimanfaatkan pedagang untuk mendapat untung berlipat.

Ia juga terlanjur menyetok barang dalam jumlah banyak guna memenuhi kebutuhan pembeli. Namun, barang dagangan itu justru kurang laku.

Hal ini terlihat dari menumpuknya stok barang dagangan, seperti sembako dan lain sebagainya di setiap lapak pedagang di Pasar Baru Indramayu.

"Salah strategi karena prediksinya kan setiap kebutuhan masyarakat bertambah menjelang Lebaran dan stok pun pasti ditambah sampai dua kali lipatnya," ujar dia.

Dapat Uang Tunai Rp 600 Ribu dari Pemerintah, Warga: Alhamdulillah Itu Sudah Rezeki

Ia juga menyampaikan, tidak sedikit masyarakat mengeluh ke asosiasi. Mereka mengeluhkan omzet yang tidak kunjung stabil.

Terlebih hadirnya pasar modern Cipto Gudang Rabat yang berada di samping Pasar Baru Indramayu. Meski ditengah pandemi Covid-19 sekalipun masyarakat yang berbelanja di sana tetap banyak.

Tanda Pagar BoikotTVRI Menggema di Twitter, Ada Cuitan Direktur Utama tentang Miyabi

Masyarakat lebih memilih berbelanja di pasar modern karena ditunjang fasilitas yang memadai.

6 Tahun yang Lalu di Musim Juara, Persib Gebuk Persegres di Jalak Harupat Makan Konate Cetak Gol

"Banyak keluhan yang disampaikan, keluhannya masih tetap sama dengan adanya distributor yang mengecer barang dagangan di samping pasar membuat pedagang di pasar tradisional kalah saing," ujar dia. (*)

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Giri
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved