Mulai Juli BLT Untuk Warga Terdampak Pandemi Covid-19 Dikurangi, Jadi Segini Jumlahnya

Mulai Juli BLT untuk warga terdampak pandemi Covid-19 dikurangi jumlahnya.

Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Muhajir Effendy saat memberikan bantuan di Desa Mandalamukti, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (29/5/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIKALONGWETAN - Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Pemerintah Pusat sebesar Rp 600 ribu untuk masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 akan dipotong atau dikurangi menjadi Rp 300 mulai Juli 2020 nanti.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Muhajir Effendy saat memberikan bantuan di Desa Mandalamukti, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (29/5/2020).

"Untuk bantuan ini, BLT desa sampai Desember, hanya jumlahnya nanti akan berkurang. Akan dikurangi mulai bulan Juli, nanti Rp 300 ribu tidak Rp 600 ribu," ujar Muhajir Effendy.

Ia mengatakan, untuk memutus pemberian bantuan ini akan dilakukan secara bertahap atau tidak langsung secara drastis diputus karena hal dilakukan sambil menunggu pemulihan ekonomi.

"Tapi bagi mereka yang termasuk pada DTKS baru, ada yang didata oleh RT RW untuk dipermanenkan dan nanti akan mendapatkan bantuan reguler seterusnya," katanya.

Atas hal tersebut, warga yang masuk DTKS baru akan mendapat bantuan hingga pandemi Covid-19 ini benar-benar berakhir, tetapi untuk warga yang ekonominya sudah pulih, bantuannya akan berakhir hingga Desember.

Semenatara terkait bantuan yang sudah disalurkan di daerah Jawa Barat, kata Muhajir, totalnya sudah mencapai 80 persen, padahal sebelum lebaran jumlahnya baru mencapai 27 persen.

"Tapi, alhamdulillah sekarang sudah 80 persen karena medannya yang memang relatif sulit di sini, di Jawa Barat," ucapnya.

Pihaknya memastikan, untuk warga yang belum mendapat bantuan itu akan segera mendapatkan asalkan memenuhi syarat dan bantuannya akan tetap diberikan sesuai skema yang ada.

Menteri Sosial RI, Juliari P Batubara mengatakan, dalam penyaluran bantuan ini memang ada kendala di lapangan karena penyalurannya serba cepat dan mendadak, ditambah jumlah warga yang mendapat bantuan sangat banyak.

"Kendala itu, biasanya masalah akurasi data di awal-awal, tapi sekarang sudah lebih baik berkat koordinasi yang semakin baik antara pemerintah pusat dan daerah," katanya.

Kerangka Tertusuk 8 Batang Besi Ditemukan di Bogor, di Dekatnya Ada Koin Tahun 1837

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved