MUI Dukung Penerapan New Normal, Tapi harus Tetap Disiplin

Dalam new normal ini, masjid-masjid sudah boleh digunakan untuk ibadah. Namun jumlahnya dibatasi.

daniel damanik/tribunjabar
Situasi di Masjid Agung Kota Cimahi pada Minggu (24/5/2020) sekitar pukul 06:00 WIB. 

Laporan Wartwan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sektor industri dan keagamaan menjadi bagian dari sektor yang akan mendapat relaksasi saat penerapan new normal atau tatanan normal baru di Jawa Barat, mulai Juni 2020.

Rencananya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menerapkan new normal awal Juni 2020. Dalam new normal ini, masjid-masjid sudah boleh digunakan untuk ibadah. Namun jumlahnya dibatasi.

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat, Rafani Achyar mengaku mendukung penerapan new normal dan akan menyesuaikan dengan aturan, terutama dalam pembatasan salat berjamaah di dalam masjid.

BREAKING NEWS, Yogya Depstore Ciamis Tutup Sementara, Seorang Karyawan Gudang Positif Covid-19

"Tentu kita sambut new normal dalam bidang keagamaan, ibadah dan tempat ibadah. Menurut kami bagus langkah ini. (Kalau dibatasi salat di masjid) bisa, tidak ada masalah. Malah kemarin kan tidak ada salat, jadi ya bertahap saja," ujar Rafani Achyar saat dihubungi, Jumat (29/5/2020).

Menurut Rafani, penerapan new normal merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengembalikan kehidupan normal masyarakat, meski harus menggunakan protokol kesehatan.

"Ini bagian ikhtiar kita, menurut saya kan ini masa pemulihan kan nggak bisa langsung. Kayak orang sakit kan nggak bisa langsung main (sepak) bola," katanya.

PSBB Bakal Diperpanjang, Pelaku Usaha Ritel Berharap Bisa Beroperasi Kembali

Dalam pelaksanaannya nanti, MUI menganjurkan dewan kemakmuaran masjid (DKM) senantiasa melakukan perawatan masjid agar terhindar dari penyebaran seusai digunakan salat berjamaah.

Selain itu, DKM juga harus menyediakan hand sanitizer dan mengimbau jemaah menggunakan masker saat ke masjid.

"Protokol medis tetap dianjurkan, pertama lantai itu harus dipel dibersihkan diberi disinfektan, kemudian karpet, di depan masjid harus ada pencuci tangan atau hand sanitizer kemudian dianjurkan pada jemaah pake masker dan salat itu bisa dibikin jarak antar sajadah antar karpet itu gampang," ucapnya

PPDB Online di Palabuhanratu Sukabumi Dinilai Tidak Efektif, Ini Alasannya

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved