Jangan Sedih, Menko PMK Pastikan Warga yang Belum Mendapat Bansos Masih Memiliki Peluang

Muhajir mengatakan, bantuan yang sudah disalurkan di daerah Jawa Barat, saat ini totalnya sudah mencapai 80 persen

TRIBUN JABAR / HANDHIKA RAHMAN
KESIAPAN KRI SOEHARSO-Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy meninjau kesiapan KRI Soeharso akan mengangkut 68 Warga Negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya dievakuasi dari kapal pesiar Diamond Princess di Yokohama, Jepang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIKALONGWETAN - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhajir Effendy memastikan semua warga yang terdampak pandemi Covid-19 masih memiliki peluang untuk mendapat batuan sosial dari pemerintah.

Muhajir mengatakan, bantuan yang sudah disalurkan di daerah Jawa Barat, saat ini totalnya sudah mencapai 80 persen, padahal sebelum lebaran jumlahnya baru mencapai 27 persen.

"Bagi warga terdampak Covid-19 tetapi belum mendapatkan bantuan sosial, masih ada peluang," ujarnya saat meninjau penyaluran Bantuan Sosial Tunai di Desa Mandalamukti, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (29/5/2020).

Sah, Kabupaten Sukabumi Perpanjang PSBB ke Tahap 3, Dilakukan di 6 Kecamatan dan 4 Desa, Mana Saja?

Asalkan, kata Muhajir, warga itu memenuhi syarat untuk mendapat bantuan, sehingga pemerintah pun akan segera memberikan bantuan sosial kepada warga yang terdampak Covid-19 tersebut.

Muhajir mengatakan, RT/RW akan mendata warga yang memenuhi syarat untuk dipermanenkan dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar mereka mendapat bantuan reguler hingga dampak Covid-19 berakhir.

"Tetapi untuk mereka yang terdampak dan dianggap sudah bisa pulih ketika pemulihan ekonomi terjadi, nanti mereka akan berhenti diberi bantuan sampai bulan Desember," ujarnya.

Pedagang Pasar Baru Indramayu Menjerit Omzet Anjlok, Momen Lebaran Lebih 50 Persen

Salah seorang penerima bantuan warga Ciptagumati, Sumaryati (50) mengaku menerima bantuan uang tunai Rp 600 ribu dan akan digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari dan biaya berobat dirinya yang sedang sakit.

"Uangnya buat beli beras dan keperluan makan. Corona ini kan membuat suami tidak punya penghasilan, jadi ya mau dihemat-hemat karena mau dipakai beli obat juga," ucapnya.

Berdasarkan data untuk di KBB kuota bansos tunai ada sebanyak 32.000 lebih, yang sudah turun dan mendapat SK dari Kemensos ada sekitar 12.635 keluarga penerima manfaat.

Acuan data yang dipakai adalah memakai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan non DTKS. Untuk sisanya sekitar 20.000 lagi dicairkan secara bertahap dimana jumlah itu diluar data yang nantinya akan dicover bantuan dari Pemprov Jabar dan Pemda KBB.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved