Banyak yang Busuk dan Sepi Pembeli, Pedagang Sayur di Indramayu Merugi

Sejumlah pedagang sayuran di Pasar Baru Indramayu harus merugi akibat banyaknya barang dagangan yang busuk dan sepi pembeli

TribunCirebon.com/Handhika Rahman
Catu (45) pedagang sayur di Pasar Baru Indramayu, Jumat (29/5/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Sejumlah pedagang sayuran di Pasar Baru Indramayu harus merugi akibat banyaknya barang dagangan yang busuk dan sepi pembeli

Hal tersebut disampaikan salah seorang pedagang, Catu (45) kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di pasar setempat, Jumat (29/5/2020).

Catu mengatakan, sejumlah sayuran seperti cabai, waluh, terong, hingga kol terbuang percuma karena busuk.

Indramayu Tak Jadi New Normal, Perpanjang PSBB Sampai 12 Juni

"Barang-barangnya kebuang ke tempat sampah gak laku," ujar dia.

Selain tidak laku, disampaikan Catu sejumlah komoditi yang dibuang itu juga harganya terus turun.

Seperti harga cabai merah yang menyentuh harga Rp 15 ribu per kilogram dari sebelumnya sudah turun Rp 20 ribu per kilogramnya.

Ini Daftar 15 Daerah di Jabar yang Sudah Bisa Terapkan New Normal, 12 Lainnya Perpanjang PSBB

Bawang putih yang hanya dihargai Rp 24 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 45 ribu per kilogram.

Serta sejumlah komoditi lainnya, seperti Sawi dari harga Rp 8 ribu per kilogram menjadi Rp 6 ribu, terong dari harga Rp 20 ribu menjadi Rp 15 ribu per kilogramnya.

Catu menyebut turunnya harga disebabkan oleh kurangnya minat pembeli di saat mewabah Covid-19 sekarang.

Halaman
12
Penulis: Handhika Rahman
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved