Pemerintah Larang Mudik

Sudah Lebih dari 6 Ribu Kendaraan Diminta Putar Balik saat Akan Masuk Jakarta

Para petugas, dikatakan Syafrin, juga berjaga di tempat-tempat seperti terminal, stasiun, hingga bandar udara

Tribun Jabar/Fauzi Noviandi
Anggota Satlantas Polres Kota Sukabumi saat memutarbalikkan sejumlah kendaraan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih menemukan ribuan kendaraan yang mencoba masuk ke Jakarata dan sekitarnya selama pembatasan kendaraan keluar-masuk di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

"Sekarang data kami posisi sampai dengan semalam itu total yang sudah diputarbalikkan di wilayah Jabodetabek yang mencoba masuk totalnya 6.364 kendaraan," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo dalam siaran BNPB, Kamis (28/5/2020).

Kebanyakan dari kendaraan tersebut, lanjut Syafrin, ketika diperiksa petugas, diketahui tak memiliki Surat Izin Keluar-Masuk (SIKM) yang kini menjadi syarat bagi siapa pun jika ingin keluar-masuk Jabodetabek.

Syafrin mengatakan ada sejumlah titik petugas yang melaksanakan pengecekan SIKM.

"Pengecekan kami itu tidak hanya di ruas jalan, memang ada 11 ruas jalan, dua jalan tol, kemudian 9 di jalan arteri dan kolektor," katanya.

Para petugas, dikatakan Syafrin, juga berjaga di tempat-tempat seperti terminal, stasiun, hingga bandar udara

"Ada satu terminal yang menjadi tujuan Jabodetabek yaitu Pulogebang. Kemudian stasiun, ada Stasiun Gambir yang satu-satunya tujuan pergerakan antarkota di Jabodetabek, serta bandara di Cengkareng," lanjutnya.

Syafrin meminta kepada warga yang memang ingin bepergian karena tugas, wajib memiliki SIKM, sebab DKI Jakarta saat ini sedang dalam posisi menurun jumlah pasien positif Covid-19.

"Yang ini kita akan jaga dalam jangka waktu dua minggu perpanjangan PSBB tahap tiga ini," katanya.

"Kami harapkan ini bisa kita terus tekan sehingga kita semuanya warga yang memiliki kesadaran kolektif di Jakarta itu akan keluar dari masa PSBB dan kita menuju kepada masa transisi yang kita harapkan lebih baik ke depan," ucapnya.

"Kami imbau bagi warga Jabodetabek yang telanjur di luar Jabodetabek, silakan anda di sana dulu, bangun kampung, jangan mudik dulu, atau jika ingin balik, maka tolong bawa SIKM," pungkasnya.

Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved