New Normal di Jabar

Pengaturan Ibadah di Rumah Ibadah Sedang Disusun Pemprov Jabar

Umat beragama di Jawa Barat sudah rindu untuk melaksanakan ibadah berjamaah kembali di rumah ibadah masing-masing

tribunjabar/syarif abdussalam
Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (17/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Umat beragama di Jawa Barat sudah rindu untuk melaksanakan ibadah berjamaah kembali di rumah ibadah masing-masing.

Rencana pemberlakuan new normal atau tatanan normal baru pun membuka peluang bagi umat beragama untuk kembali beribadah bersama di tempat ibadah dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Handiman Romdony, mengatakan pengaturan kegiatan keagamaan di tempat ibadah di Jawa Barat selama pemberlakuan tatanan normal baru yang merupakan adaptasi dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini masih disusun oleh Menteri Agama RI.

"Mengenai new normal untuk kegiatan keagamaan di Jabar, sampai saat ini Kemenag Jabar menunggu surat dari Kemenag RI. Memang kegiatan keagamaan ini sangat dirindukan umat beragama di Jabar," katanya di Gedung Sate, Kamis (28/5).

Sebagai gambaran umum berdasarkan informasi sementara. katanya, Menteri Agama RI akan membuat protokol pelaksanaan ibadah di tengah pandemi ini secara bertahap.

Artinya, terus berkembang sambil memperhatikan perkembangan Covid-19,

"Sementara kegiatan keagamaan secara detail dan teknis menunggu Menteri Agama, informasinya baru salat jumat dan salat wajib lima waktu yang dapat dilaksanakan di masjid, itupun memperhatikan protokol kesehatan," katanya.

Begitupun, katanya, untuk kegiatan di pesantren. Standar operasional dan prosedurnya masih disusun untuk menjadi pedoman para santri dan penyelenggara pesantren dalam melaksanakan kegiatan di pesantren.

"Seperti apa, yang jelas tidak akan jauh dari kewajiban untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku. Karena seperti kita ketahui jumlah santri itu tidak sedikit dan harus ada pengaturan yang betul-betul ketat," katanya.

Halaman
12
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved