Bisnis Online dan Pengantaran Barang Meningkat Saat Pandemi, Jabar Susun Protokol KUK di Normal Baru

Kusmana Hartadji, mengatakan wabah Covid-19 di Jawa Barat memaksa dengan cepat para pelaku usaha untuk mulai menggarap bisnisnya secara online.

Tribunjabar/Syarif Abdussalam
Kepala Dinas KUK Provinsi Jawa Barat, Kusmana Hartadji 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Kusmana Hartadji, mengatakan wabah Covid-19 di Jawa Barat memaksa dengan cepat para pelaku usaha untuk mulai menggarap bisnisnya secara online.

Akibatnya, terjadi juga peningkatan aktivitas jasa pengiriman barang dari pengusaha kepada konsumennya.

"Bukan cuma kewajiban, tapi jadi kebutuhan untuk memanfaatkan online ini. Untungnya sebelum Covid-19, kami sudah gencar mulai pemasaran malalui online. Saat kejadian seperti ini, mereka semakin dipaksa untuk go online," kata Kusmana di kantornya, Kamis (28/5/2020).

Dinas Perkimsih Kabupaten Sukabumi Pastikan Kesiapan Rusunawa ASN Untuk Tempat Isolasi

Kusmana mengatakan memang dalam kondisi wabah seperti ini, ada beberapa strategi pengusaha untuk tetap menjalankan usahanya di tengah wabah. Salah satunya mempertahankan hubungan dengan konsumen melalui database konsumen, mempertahankan kuantitas dan kualitas produk, sampai memperluas pemasaran secara online.

"Saat seperi inilah mereka butuh me-maintenance konsumennya dengan benar-benar. Pelayanan dilakukan melalui komunikasi yang baik dengan teknologi komunikasi ini memang sangat dibutuhkan, membuat UKM kita jadi kreatif," katanya.

Berbagai survei, katanya, telah dilakukan pihaknya bersama akademisi sampai google. Bisnis konvensional yang merambah bahkan beralih ke bisnis online ini meningkat lebih dari 10 persen selama pandemi Covid-19 di Jawa Barat.

Selama Covid-19, katanya, digitalisasi dan pemasaran produk terus digalakan bersama akademisi dan asosiasi pengusaha. Seminar jarak jauh pun dilakukan supaya para pelaku usaha kecil dan menengah ini tetap selamat di masa pandemi.

"Dampaknya ke pengiriman barang yang meningkat. Makanya usaha di pengiriman barang atau ekspedisi ini meningkat. Itu ada data nasionalnya, usaha-usaha mana saja yang bangkit di tengah pandemi," katanya.

Menjelang Masuk New Normal di Jawa Barat, TNI dan Polri Sudah Gelar Berbagai Simulasi

Menghadapi new normal atau tatanan normal baru, Kusmana mengatakan tengah menyusun prosedur standar operasi (SOP) untuk aktivitas usaha kecil dan menengah di Jawa Barat sampai detail ke jenis-jenis usahanya.

"Kami sedang menyusun SOP tentang penerapan normal baru ini untuk koperasi dan usaha mikro kecil. Kami sedang koordinasi dengan pusat karena nanti ada surat erdaran dari pusat seperti apa SOP yang harus dilaksanakan," katanya.

Hal tersebut, katanya, akan merinci secara detail pengaturan usaha seperti di bidang makanan, pembuatan pakaian, salon, jasa penyelenggaraan, dan jenis-jenis usaha lainnya. Selama ini pun sudah banyak pengusaha yang sudah merambah ke dunia online untuk memasarkan produknya.

"Selain protokol kesehatan yang sudah ada ya, itu mah yang pakai masker segala macem sudah dilakukan selama ini. Contoh, kita susun untuk penjahit seperti apa, salon seperti apa," katanya.

"Kita juga dukung di kegiatan lainnya juga, selain program-program pemulihan di new normal ini. Terutama juga kita menyusun tahapan-tahapan SOP, apa yang harus dilakuakan para pengusaha, dan bagaimana caranya," tuturnya. (Sam)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved