Breaking News:

Biasanya Bisa Jual Satu Kuintal, Musim Mudik Ini Memet Hanya Bisa Jual 5 Kg Ubi Cilembu Per Hari

Para pedagang oleh-oleh, seperti ubi cilembu di Jalan Garut-Bandung, Cicalengka, Kabupaten Bandung, harus menerima kenyataan pahit.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Pedagang ubi cilembu, Memet Suherman (70) sedang meladeni pembeli di Jalan Garut Bandung, Cicalengka, Kabupaten Bandung, Kamis (28/5/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Para pedagang oleh-oleh, seperti ubi cilembu di Jalan Garut-Bandung, Cicalengka, Kabupaten Bandung, harus menerima kenyataan pahit di musim mudik Lebaran tahun ini.

Biasanya mendapat penghasilan lebih, kini justru sebaliknya. 

Tak ada lagi pemudik yang melintasi warung mereka dari Jakarta, Bandung, dan lainnya menuju Tasikmalaya, Garut, Jawa Tengah, dan lainnya.

Memet Suherman (70) merasakan bertapa sepinya pembeli. Dia berjualan di Cicalengka mulai tahun 1994.

"Dari dulu saya jualan di sini, mulai tahun 1994, baru sekarang merasakan seperti ini," ujar Memet kepada Tribun, Kamis (28/5/2020).

Memet mengatakan, biasanya ia bisa menjual ubi 50 hingga 70 kilogram per hari pada hari-hari biasa.

"Kalau musim seperti ini (mudik dan arus balik) biasanya bisa menjual hingga satu kuintal seharinya. Namun sekarang paling 5 hingga 7 kilogram saja," kata Memet.

Pedagang Pasar Baru Siap Patuhi Semua Aturan di Masa New Normal

Memet memaparkan, hari ini saja dari pagi hingga pukul sekitar 15.40 WIB, ubi cilembunya baru terjual 3,5 kilogram.

"Kemarin hanya terjual 5 kilogram," kata dia.

Guru Honorer di Indramayu Ini Positif Covid-19, Diduga Terpapar dari Suami yang Sering ke Jakarta

Ubi yang dijual Memet, per kilonya dibanderol Rp 40 ribu.

Menurut Memet, ada juga yang menjual ubi Rp 20 ribu tapi tentu beda kualitasnya.

"Saya jual segitu karena memang ubi yang saya jual hanya yang kualitasnya bagus," tuturnya.

5 Fakta Inspiratif Alma Khanza, Pemeran Istri Bohim di Preman Pensiun 4

Memet berharap, pandemi corona bisa cepat sirna supaya semua normal lagi.

"Karena yang mengalami seperti ini bukan pedagang ubi saja," ucapnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved