New Normal di Jabar

Ini Dia Protokol Kesehatan New Normal Saat Mal di Jabar Buka Serentak 30 Mei

APPBI Jawa Barat mengatakan akan membuka pusat perbelanjaan modern atau mal pada Sabtu (30/5/2020).

TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Presiden Jokowi di Summarecon Mall Bekasi, (26/5/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Barat mengatakan akan membuka pusat perbelanjaan modern atau mal pada Sabtu (30/5/2020). Syaratnya, jika pembatasan sosial berskala besar (PSBB Jawa) Barat tidak diperpanjang.

Sekjen APPBI Jawa Barat, Satriawan Natsir, mengatakan dalam proses pembukaan mal ini akan menerapkan protokol pencegahan virus corona.

Ia mengatakan, protokol kesehatan di setiap mal akan mengikuti arahan yang sesuai.

"Pengunjung yang masuk mal akan dicek suhunya di pintu masuk dan yang memiliki suhu tubuh lebih dari 37 derajat akan diminta tidak masuk mal," ujar Satriawan Natsir saat dihubungi, Rabu (27/5/2020).

Tidak hanya cek suhu, setiap mal juga akan menyediakan hand sanitizer di beberapa titik.

Sementara itu pembatasan jarak antarpengunjung akan tetap diberlakukan di beberapa gerai.

"Kami akan menyediakan hand sanitizer di pintu-pintu masuk dan juga di beberapa titik fasilitas umum, social distancing di eskalator juga dilakukan," ujarnya.

Diperkirakan akan membeludaknya pengunjung mal dan kemungkinan akan terjadinya antrean sudah dipikirkan juga oleh APPBI.

"Jika memang terjadi ada antrean di tenant-tenant dan juga di kasir-kasir, di tempat duduk umum pun kami batasi termasuk di tenant-tenant," ujarnya.

Untuk menambah protokol keselamatan, Satriawan Natsir menjelaskan pihak menajemen tenant juga akan diminta mengatur ruangan agar tidak dipadati oleh pegawai.

Rekor Kemenangan Beruntun Persib di Angka 7, Musim Ini Butuh Lima Lagi untuk Melewatinya

Menurutnya, tempat satu tenant biasanya memiliki tempat yang cukup luas sehingga bisa mengatur jarak ruangan untuk pegawai bekerja.

Via Vallen Kabarkan Adik Positif Covid-19, Begini Cerita Lengkapnya

"Untuk manajemen, kami mengatur ruangan-ruangannya sehingga dalam satu ruangan itu tidak padat. Kalaupun ada kepadatan maka kami pisahkan ruangannya. Kami juga mendorong untuk penggunaan uang digital atau e-money," ucapnya.

Ya, penggunaan e-money di era digital saat ini pun membantu dalam memutus mata rantai virus corona.

New Normal Cianjur Tunggu Arahan Pusat, 35 Pasien PDP dan ODP Meninggal

Nantinya pengunjung hanya menggunakan ponselnya untuk melakukan segala jenis pembayaran. (*)

Penulis: Putri Puspita Nilawati
Editor: Sugiri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved