Wabah Virus Corona

Vaksin China Ini Uji Pertama Sudah Berhasil untuk Manusia, Beri Harapan Kesembuhan pada 100 Orang

China telah menyelesaikan uji klinis (uji coba ke manusia) tahap awal untuk vaksin SARS-CoV-2, virus corona penyebab Covid-19, 100 orang pertama dapat

Editor: Hilda Rubiah
NICOLAS ASFOURI / AFP ILUSTRASI
Foto diambil pada tanggal 29 April 2020 ini. seorang ilmuwan melihat sel-sel ginjal monyet saat melakukan tes pada vaksin eksperimental untuk virus corona COVID-19 di dalam laboratorium Cells Culture Room di fasilitas Sinovac Biotech di Beijing. Sinovac Biotech, yang melakukan salah satu dari empat uji klinis yang telah disetujui di China, telah mengklaim kemajuan besar dalam penelitiannya dan hasil yang menjanjikan di antara monyet. 

TRIBUNJABAR.ID - China mengabarkan telah menyelesaikan uji klinis (uji coba ke manusia) tahap awal untuk vaksin SARS-CoV-2, virus corona penyebab Covid-19.

Hasilnya, vaksin cukup aman dan efektif bagi manusia, karena para peserta penelitian menunjukkan pembentukan antibodi Covid-19.

Vaksin bernama Ad5-nCoV itu dikembangkan oleh Beijing Institute Biotechnologies dan perusahaan bioteknologi asal China, CanSino Biological.

Ini merupakan salah satu vaksin virus corona yang memasuki percobaan pada manusia di Maret 2020.

Kabar Gembira, Perusahaan BUMN ini Buka Lowongan Kerja untuk Fresh Graduate, Cek Daftar di Sini

Dilansir Live Science, Sabtu (23/5/2020), vaksin Ad5-nCoV menggunakan versi yang lebih lemah dari virus flu biasa, yang menginfeksi sel manusia tetapi tidak menyebabkan penyakit.

Versi flu biasa ini digunakan untuk mengirimkan fragmen materi genetik dari SARS-CoV-2.

Materi genetik ini memberikan instruksi untuk membuat "protein lonjakan" di permukaan SARS-CoV-2.

Idenya adalah sistem kekebalan tubuh seseorang akan menciptakan antibodi terhadap protein lonjakan, yang akan membantu melawan virus corona jika seseorang terkena virus tersebut.

Hasil studi uji klinis tahap awal tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal The Lancet pada 22 Mei 2020.

Uji coba dilakukan pada 108 orang berusia 18-60 tahun yang dalam kondisi sehat.

Peserta dibagi menjadi tiga kelompok yakni yang menerima dosis rendah, menengah, dan tinggi.

Hari ke-28 setelah vaksinasi, para peserta tersebut menunjukkan beberapa tingkat kekebalan terhadap virus. Hampir semua peserta telah mengembangkan antibodi yang terikat pada SARS-CoV-2.

Sementara sekitar setengah dari peserta dalam kelompok dosis rendah dan menengah, serta tiga perempat dari peserta dalam kelompok dosis tinggi mengembangkan "antibodi penawar," yang mengikat dan menonaktifkan virus untuk mencegahnya menginfeksi sel.

Vaksin.
Vaksin. (shutterstock)

Inilah Kondisi dan Panduan Sekolah Dibuka di Era New Normal, Posisi Duduk hingga Skrinning Ketat

Meski demikian, vaksin ini tetap menghasilkan efek samping yang beragam pada peserta.

Paling umum adalah nyeri ringan di tempat suntikan, demam ringan, kelelahan, sakit kepala, dan nyeri otot.

Namun, pada sembilan peserta mengalami efek samping demam lebih dari 38,5 derajat Celsius, yang terdiri dari dua dalam kelompok dosis rendah, dua pada kelompok dosis menengah, dan lima pada kelompok dosis tinggi.

Kemudian pada satu peserta dalam kelompok dosis tinggi mengalami demam tinggi disertai kelelahan, sesak nafas, dan nyeri otot. Semua efek tersebut berlangsung tidak lebih dari 48 jam.

Wei Chen, profesor di Beijing Institute Biotechnologies yang juga pemimpin penelitian menyatakan, hasil uji coba ini merupakan tonggak penting dalam pengembangan vaksin Covid-19. Kendati demikian, hasil tersebut juga harus ditafsirkan dengan hati-hati.

"Hasil uji coba yang membentuk kemampuan untuk memicu respon kekebalan tubuh tidak selalu menunjukkan bahwa vaksin tersebut akan melindungi manusia dari Covid-19," ujarnya.

Kini para peneliti memulai studi tahap dua pada vaksin Ad5-nCoV dengan melibatkan 500 peserta dengan beragam usia, termasuk peserta berusia di atas 60 tahun.

Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek, bersama Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf, berkunjung ke ke fasilitas produksi vaksin, Sabtu (13/1/2018). Dalam kunjungan kali ini, rombongan Kemenkes dan Komisi IX didampingi Dirut Biofarma, Juliman, dan Direktur Pemasaran, Rahman Roestan.
Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek, bersama Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf, berkunjung ke ke fasilitas produksi vaksin, Sabtu (13/1/2018). Dalam kunjungan kali ini, rombongan Kemenkes dan Komisi IX didampingi Dirut Biofarma, Juliman, dan Direktur Pemasaran, Rahman Roestan. (Tribun Jabar/Siti Fatimah)

Para peserta akan diberikan vaksin dosis rendah atau menengah, atau juga plasebo. Efek samping akan diamati hingga enam bulan setelah vaksinasi.

Sekedar diketahui, plasebo merupakan metode untuk menguji efektivitas obat sebelum di produksi secara massal. Plasebo juga dikenal dengan istilah 'obat kosong'.

Sistem kerjanya, dalam penelitian sebagian peserta penelitian diberi obat sesungguhnya dan sebagian lagi diberi obat kosong.

Plasebo ini membantu peneliti untuk tahu apakah obat yang tengah diteliti benar-benar efektif atau hanya sugesti peserta yang merasa lebih baik karena tahu telah mengonsumsi obat tersebut.

Kabar Baik Soal Vaksin Virus Corona, Percobaan Menghasilkan Antibodi yang Setara Orang yang Pulih

Vaksin Virus Corona Lain Juga Menunjukkan Perkembangan

Bersamaan dengan pengembangan vaksin Ad5-nCoV, saat ini ada lebih dari 100 vaksin virus corona yang tengah dikembangkan di seluruh dunia. Setidaknya delapan diantara ratusan vaksin itu sudah memasuki uji coba pada manusia.

Tak hanya vaksin Ad5-nCoV, beberapa kandidat vaksin virus corona lainnya juga telah melaporkan perkembangan yang menjanjikan.

Pada Senin, 18 Mei 2020, perusahaan biotek Moderna mengumumkan bahwa 45 sukarelawan yang menerima dosis kandidat vaksinnya, yang disebut mRNA-1273, mengembangkan antibodi dalam waktu 15 hari.

Tingkat antibodi yang terlihat dalam darah para peserta penelitian ternyata sebanding dengan yang terlihat pada orang yang telah pulih dari Covid-19.

Selain itu, para peneliti di Universitas Oxford mengumumkan bahwa kandidat vaksin mereka, yang disebut ChAdOx1-nCov19, akan masuk dalam tahap uji klinis lanjutan yang melibatkan lebih dari 10.000 orang. Bahkan diperkirakan 100 juta dosis vaksin ini dapat tersedia pada September 2020.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved