Pemprov Jabar Akan Gandeng TNI untuk Salurkan Bantuan Sosial

Ketua Tim Penyaluran Bantuan Sosial pada Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, Dudi Sudrajat, katakan pihaknya berencana gandeng TNI

tribuncirebon.com/ahmad imam baehaqi
ILUSTRASI: Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, didampingi Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, saat melaunching pendistribusian bantuan sosial di Kantor Pos Sumber, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Sabtu (9/5/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua Tim Penyaluran Bantuan Sosial pada Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Jawa Barat, Dudi Sudrajat, mengatakan pihaknya berencana menggandeng unsur TNI untuk menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak Covid-19.

Menurut Dudi, upaya tersebut merupakan salah satu strategi untuk memaksimalkan percepatan distribusi bantuan sampai diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

"Ke depan akan bekerjasama dengan tentara untuk distribusi ke lapangan," ujar Dudi di Gedung Sate, Selasa (26/5/2020).

Petugas Gabungan Lakukan Penyekatan Akses Jalan Menuju Objek Wisata di Argapura Majalengka

Dudi mengatakan saat ini memang sebagai strategi penyaluran bantuan di Jawa Barat, tidak hanya mengkombinasikan antara PT Pos Indonesia serta ojek online (ojol) maupun ojek pangkalan (opang).

"Penyaluran bantuan ini dikerjasamakan dengan Karang Taruna sudah dan dengan pekerja sosial juga sudah," tuturnya.

Dudi tak menampik terdapat hambatan berkaitan dengan percepatan penyaluran bantuan provinsi. Terutama, kendala terjadi lantaran adanya perubahan data yang dinamis di lapangan.

"Tapi Insya Allah tahap pertama bagi kami ini tahap pembelajaran, ada data DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) tahap pertama untuk 445 ribu kita masih sisa 33 ribu. Insya Allah akhir Mei ini kita akan selesaikan," ungkapnya.

Tentang Operasional Sekolah di Tahun Ajaran Baru, Ini yang Dilakukan Pemprov Jabar

Karena itu, pihaknya telah mendorong PT Pos Indonesia harus dapat menyelesaikan seluruh distribusi yang tersisa dengan jangka waktu 14 hari ke depan.

Adapun terkait bantuan kepada non-DTKS, pihaknya menyiapkan untuk lebih 1,4 juta bantuan.

Saat ini setengah dari jumlah tersebut atau sebanyak 700 ribu bantuan telah dilakukan oleh Bulog.

"Tetapi sebetulnya masih ada tertahan di (PT) Pos. untuk non-DTKS masih ada 1.040.000 ribu. Kita akan selesaikan kurang lebih 10 hari, tanggal 6 Juli Insya Allah dari Bulog selesai, penyeluran PT Pos itu insya Allah 8 Juli akan kita selesaikan. Terjadi overlap karena adanya perkembangan dan perubahan data," tuturnya. (Sam)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved