Selasa, 14 April 2026

Diduga Ikut Halal Bihalal Sebelum Hasil Tes Swab Keluar, R Ternyata Positif Covid-19

R melakukan halal bihalal di rumah suaminya di Desa Darek, Lombok Tengah. R diketahui melakukan halal bihalal srbelum hasil tes swab miliknya keluar.

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
kartun ilustrasi relawan Covid-19 

TRIBUNJABAR.ID - R (42) seorang pasien positif Covid-19 asal Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Mataram, dikabarkan sempat melakukan halal bihalal.

R melakukan halal bihalal di rumah suaminya di Desa Darek, Lombok Tengah.

R diketahui melakukan halal bihalal srbelum hasil tes swab miliknya keluar.

Setelah hasil tes swab keluar, baru diketahui R positif Covid-19, Minggu (24/5/2020) lalu saat Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.

"Dari keterangan warga, yang bersangkutan ini melakukan halal bihalal dengan kurang lebih 20 orang tetangga-tetangganya," kata Kepala Desa Darek Ismail Sahabudin, dilansir dari Kompas.com, Selasa (26/5/2020).

 Disampaikan Ismail, R merupakan tenaga medis di rumah Sakit Kota Mataram dan sejak tanggal 30 April lalu R selalu kembali ke rumah setelah bekerja.

"Yang bersangkutan medis di bagian gizi. Semenjak tanggal 30 April itu dia sudah di sini, dia pulang pergi kerja," kata Ismail.

Polresta Cirebon Sebut Belum Ada Modus Baru dalam Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba

Saat ini, pihaknya sedang melakukan contact tracing bersama Dinas Kesehatan terhadap beberapa orang yang pernah dekat dengan R, termasuk suaminya.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Rumah Sakit Mataram Herman Mahaputra mengakui bahwa R merupakan pekerja medis di instansinya.

"Iya yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada 24 Mei R itu memang anak buah saya," kata Herman.

Ini Tingkat Kehadiran ASN di Dua Kantor Kecamatan di Kota Bandung pada Hari Pertama Kerja

Kendati demikian, Herman membantah bahwa yang bersangkutan pernah pulang kampung dan melakukan halal bihalal waktu lebaran.

"Hoaks itu dan saya pastikan semua di rumah sakit semua, kita tertib kok tidak ada yang pulang," kata Herman.

Sebelumnya dalam keterangan tertulis Sekretaris Daerah selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas pada Minggu (24/5/2020) lalu, R merupakan pasien nomor 475, dan dikabarkan tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19.

Tim Gugus Tugas Purwakarta Jemput 8 Pasien Positif Corona untuk Dipindah ke Rumah Isolasi

Kendati demikian Riwayat R dikabarkan pernah kontak dengan pasien Covid-19 nomor 390.

Hingga saat ini, R dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik.

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved