Breaking News:

Cerita Asal Usul Mengapa Opor Ayam Kerap Disajikan dengan Kupat Saat Lebaran atau Idul Fitri

Hidangan berkuah kuning ini biasa disajikan dengan varian makanan lain selain ayam, seperti telur rebus, kentang, ketupat, dan nasi hangat.

Sajian Sedap
Ilustrasi opor ayam 

"Lalu pengaruh dalam hal kuliner itu dimodifikasi seperti opor kan menjadi identitas kuliner lokal Indonesia," ungkapnya.

O

Ilustrasi ketupat dan opor ayam, hidangan khas Lebaran di Indonesia. (SHUTTERSTOCK/ODUA IMAGES) 

Indonesia biasa menyajikan opor dengan ketupat, mengapa?

opor biasa disajikan juga dengan ketupat.

Ternyata, hal ini sudah terjadi sejak zaman dahulu, tepatnya pada masa pra-Islam.

Menurut Travelling Chef Wira Hardiansyah, ketupat dan opor dipasangkan karena maknanya meminta maaf atas segala kesalahan baik tindakan juga pikiran buruk atas sesuatu atau seseorang.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa opor merupakan bentuk asimilasi budaya orang-orang Nusantara.

Konon, opor diadopsi dari Kerajaan Mughal di India.

Sajian ini bernama 'qorma' yang diambil dari bahasa Urdu yaitu teknik memasak daging dengan menggunakan yoghurt dan atau susu.

Sementara di Indonesia, sajian qorma diasimilasi menjadi menggunakan santan. Sajian ini juga mulai masuk nusantara melalui pesisir.

"Karena catatan abad ke-16 telah ramai saudagar-saudagar India yang berdagang di pesisir pantai," jelasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Asal Usul opor ayam yang Selalu Ada Waktu Lebaran.

Editor: Yongky Yulius
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved