Dakwah Salat Idul Fitri
Tuntunan Salat Id dan Khutbah Salat Id dari NU Jabar
Salat Id ini harus bersesuaian dengan tuntunan yang ditetapkan oleh pemerintah agar kesehatan semua umat manusia bisa terjaga.
Penulis: Oktora Veriawan | Editor: Oktora Veriawan
KH Amin Baedjuri Asnaf
Ketua Lembaga Dakwah PWNU Jabar
ALHAMDULILLAH saat ini kita sudah berada di pengujung bulan Ramadan, bulan yang penuh rahmat, ampunan, bulan yang dibebaskan dari api neraka, bulan dilipat gandakan pahala, dan bulan yang mana doa kita dikabulkan.
Bulan Ramadan tahun ini berbeda dengan Ramadan-Ramadan sebelumnya karena kita sedang diuji Allah Swt dengan adanya pandemik Covid-19. Begitu pun saat melaksanakan Salat Idul Fitri kita harus menjaga kesehatan fisik dan jiwa kita dari paparan virus corona.
Selain kita harus menjaga kesehatan pribadi, tapi juga kita harus mampu menjaga kesehatan keluarga kita dan juga kesehatan jiwa umat manusia lainnya sehingga tujuan dari ibadah Salat Id ini harus bersesuaian dengan tuntunan yang ditetapkan oleh pemerintah agar kesehatan semua umat manusia bisa terjaga. Menjaga ksehatan sesama adalah wajib hukumnya.
Oleh karena itu, mari kita semua melakukan salat sesuai dengan tuntunan protokol yang sudah ditetapkan pemerintah dan juga harus mengikuti fatwa yang telah diputuskan oleh Majelis Ulama Indonesia.
Sebelum melaksanakan ibadah Salat Id, kita harus menghilangkan dulu hadas kecil dan besar dengan cara menyucikan diri. Bukan hanya menyucikan hadas di diri kita saja, tapi pakaian dan juga tempat ibadah harus kita sucikan juga. Maka dari itu, kita disunahkan untuk mandi sebelum Salat Id.
Kedua, kita disunahkan mengenakan pakaian yang bersih, suci dan indah, serta menutup aurat kita. Ketiga kita disunahkan memakai wangi-wangian atau pengharum. Keempat kita disunahkan untuk makan dan minum dulu sebelum melaksanakan Salat Id. Kelima, jangan sampai lupa kita membayarkan zakat fitrah sebelum pelaksanaan Salat Id.
Salat Id dengan salat lainnya hanya dibedakan dalam jumlah takbir yakni tujuh takbir di rakaat pertama dan lima takbir di rakaat kedua. Sebelum Salat Id, jangan lupa untuk berniat dulu. Kemudian takbiratul ihram, dan tujuh takbir di mana di sela-selanya itu diselingi bacaan tasbih dan tahmid.
Setelah tujuh takbir selesai dilanjutkan doa iftitah, baca surat Al-Fatihah, dilanjutkan membaca surat Alquran dan dianjurkan baca surat Qaf atau Al-‘Ala, kalau tidak hapal bisa membaca surat yang lainnya, dan dilanjutkan dengan rukun salat lainnya, hingga berlanjut ke rakaat kedua.
Kemudian setelah selesai salam, dianjurkan untuk melaksanakan dua kali khotbah baik itu yang melaksanakan Salat Id berjemaah di rumah ataupun di lapangan dan masjid, sebagaimana khutbah yang biasa dilakukan di Salat Jumat. Bedanya Salat Jumat dua khutbah dilakukan sebelum salat, sedangkan Salat Id, dua khutbah dilaksanakan setelah salat. Untuk Salat Id munfarid atau sendirian tidak perlu adanya khutbah Salat Id.
Jangan lupa ada empat rukun khutbah yang pertama. Yakni sembilan kali takbir, hamdalah salawat, wasiat, dan baca Alqur’an. Setelah itu duduk di antara dua khutbah. Kemudian dilanjutkan dengan lima rukun dakwah kedua, yaitu dengan takbir tujuh kali, hamdalah salawat, wasiat, baca Alqur’an dan doa.
Tema dari khutbah Idul Fitri mengatah ke perbanyak mengangungkan Allah Swt, banyak-banyak beristigfar, mendorong agar kita istikamah menjalankan ibadah seperti di bulan Ramadan untuk 11 bulan berikutnya
Sebagaimana Allah berfirman dalam Surat Al-‘Ala ayat 14 dan 15, di mana orang-orang yang sudah difitrahkan kembali oleh Allah Swt harus mampu menjaga kebersihan kalbu dan keimanan sampai akhir hayat, menjaga akal pikiran kita dari buruk sangka, menyebarkan fitnah dan berita hoaks, saling membenci dan saling bermusuhan.
Kemudian mejaga kesucian badan dalam rangka beribadah kepada Allah Swt. Kemudian menjaga kesucian harta benda kita dengan cara mendapatkannya dengan halal, sehingga akan mejadi berkah bagi keluarga kita. Kemudian menjaga kesucian alam lingkungan kita.
Saat ini kita harus terus berzikir mengingat Allah Swt dalam kondisi apapun juga. Maka aktivitas kita semuanya harus disandarkan kepada Allah Swt. Terakhir, kita harus berdoa bermunajat, kita serahkan semua urusan kita kepada Allah Swt.
Semoga di Hari Raya Idul Fitri ini, kita semua diberikan kembali kesucian oleh Allah Swt. Amiin. (*)