Sopir Angkutan Pilih Parkir Mobil: Saat Minta Subsidi, Pemerintah Punya Alasan Tak Larang Operasi

Pengusaha dan sopir angkutan umum masih menjerit dengan aturan pembatasan mengangkut penumpang.

Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Ketua Organda Garut, Yudi Nurcahyadi (kiri) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Pengusaha dan sopir angkutan umum masih menjerit dengan aturan pembatasan mengangkut penumpang. Di sisi lain, pemerintah tak menyesuaikan tarif angkutan dengan kebijakan yang dibuat.

"Jadi cari alibi saja. Saat pengusaha minta subsidi, pemerintah punya alasan kalau tak melarang operasional angkutan. Tapi tarif tidak disesuaikan," ujar Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Garut, Yudi Nurcahyadi, Sabtu (23/5/2020).

Yudi Nurcahyadi mengkritik kebijakan pemerintah yang tak konsisten.

Akibatnya malah membingungkan masyarakat. Pembatasan jumlah penumpang berdampak terhadap operasional dan pendapatan sopir.

"Tapi mereka (pemerintah) tak pikirkan tarif dan subsidi dunia angkutan. Padahal sangat jelas kami terdampak akibat wabah ini," katanya.

Kawasan Gentong Tasikmalaya Sepi Pemudik, Pemberi Jasa Ganjal Ban Nganggur

Ia menambahkan, kebijakan pemerintah terkesan dipaksakan. Tak ada solusi yang diberikan bagi pengusaha kecil. Keputusan seperti mudik dilarang, namun pulang kampung boleh.

Hal ini malah berujung kebingungan.

Daftar Jadwal Waktu Buka Puasa Hari Terakhir untuk Wilayah Bandung Raya Termasuk Kota Cimahi

"Kalau ada pembatasan harus ada penyesuai tarif untuk menutup biaya operasional. Seperti bus kapasitas 60 seat, hanya setengahnya diisi. Mau tertutup gimana operasionalnya. Jadi lebih baik diam saja," ucapnya.

Untuk bus AKAP dan AKDP, tak akan beroperasi hingga akhir Mei. Namun bisa jadi diperpanjang, tergantung keputusan pemerintah.

Kapolresta Bandung Imbau Masyarakat Tidak Rayakan Kemenangan dengan Minum Minuman Keras

"Kami merasa tak diperhatikan. Tidak ada program yang menyentuh kami. Kayak kartu prakerja itu saya nilai tak bermanfaat. Lebih baik dipakai untuk subsidi angkutan anggarannya," katanya. (*)

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Sugiri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved