Virus Corona di Jabar

Kasus Covid-19 di Karawang Diprediksi Melonjak Setelah Lebaran, Masyarakat Masih Terlalu Cuek

Lonjakan orang terpapar virs corona dikhawatirkan terjadi di Kabupaten Karawang setelah Lebaran.

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Lonjakan orang terpapar virs corona dikhawatirkan terjadi di Kabupaten Karawang setelah Lebaran. Hal ini terlihat dari masih banyaknya warga yang tak menyadari bahwa corona terus mengintai di sekitar. 

Secara nasional, tingkat penularan virus corona ini sangatlah melesat memasuki masa Lebaran lantaran banyaknya aktivitas di pusat-pusat perbelanjaan, baik tradisional maupun modern.

"Kami harap warga masyarakat sadar dan menerapkan selalu perilaku hidup bersih dan sehat, gunakan masker, jaga jarak, dan ini semua merupakan tanggung jawab kita semua. Jika tidak, maka pandemi ini akan sulit untuk hilang," kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Karawang, Fitra Hergyana, Sabtu (23/5/2020).

Satu Keluarga Asal Jakarta Telantar di Kota Tasikmalaya, Cari Rumah Nenek Sudah Dijual

Fitra pesimistis penekanan angka penyebaran Covid-19 di Karawang dapat berkurang jika perilaku masyarakatnya sendiri masih terlihat cuek dan acuh tak acuh pada anjuran pemerintah. Padahal, angka PDP dan ODP di Karawang, terus bertambah setiap hari.

"Hampir setiap hari ada yang meninggal, baik ODP, PDP, atau rapid reaktif. Jumlah ODP yang meninggal ada tiga orang, lalu PDP yang meninggal ada 24 orang, dan rapid reaktif yang meninggal 20 orang.

Tertular di Zona Merah, Dua Pedagang Seblak Asal Majalengka Positif Covid-19

"Belum lagi masih ada saja warga yang bandel dengan tidak terbuka soal kondisinya. Dan jika merasa ada gejala batuk, demam, sesak, segera ke rumah sakit rujukan," ucap dia. (*)

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Sugiri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved