Warga Berkerumun di Sejumlah Jalan untuk Beli Kebutuhan Lebaran, Ini Kata Satpol PP Kota Bandung

Sejumlah jalan di Kota Bandung dipadati warga yang membeli kebutuhan Lebaran. Ini kata Satpol PP.

TRIBUN JABAR/DENI DENASWARA
JAJAKAN DAGANGAN - Sejumlah warga dan pedagang kaki lima memadati kawasan Pasar Baru di Jalan Otto Iskandadinata, Kota Bandung, Rabu (20/5/2020). Sebagian pedagang menjajakan barang dagangannya meski masih di tengah masa pademi virus corona dan pembatasan sosial berskala besar. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - H-2 Idul Fitri 1441 H, masyarakat dari berbagai wilayah mulai memadati sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Bandung untuk berburu berbagai kebutuhan berlebaran.

Mereka tak mengindahkan aturan protokol kesehatan yang telah diatur pemerintah saat pemberlakuan PSBB.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Bandung, Taspen Effendy mengatakan, pihaknya telah dan terus menjalankan tugas pokok dan fungsi sebagai bagian dari satuan gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Bandung, yaitu, melakukan pengawasan, pengendalian, dan penertiban bagi para pedagang juga masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.

Meski demikian, katanya, para pedagang tersebut, justru berkaca pada aktivitas mal dan sejumlah pusat perbelanjaan, seperti Pasar Baru, ITC, Yogya Kepatihan yang telah mulai beroperasi.

Sehingga pihaknya hanya dapat mengimbau kepada para pedagang dan masyarakat yang berbelanja untuk membatasi kegiatan operasional menjaga kondusivitas, dan memperhatikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

"Karena para pedagang ini mengeluhkan sudah dua bulan tidak ada penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup karena penerapan PSBB, dan jelang hari raya merupakan kesempatannya untuk mengais rezeki, maka kami hanya dapat melakukan upaya persuasif dengan mengimbau mereka agar berpedoman pada protokol kesehatan, seperti menghindari kerumunan, melakukan physical distancing dan tetap mengenakan masker," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (22/5/2020).

Taspen menuturkan, selain terus mengimbau dan menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan, pihaknya pun tidak dapat melakukan pelarangan kepada masyarakat untuk tidak berbelanja kebutuhan yang mereka perlukan.

Sebab bila, ditertibkan sekaligus secara paksa, hal itu akan berpotensi menyebabkan konflik baik antara pedagang, masyarakat, dengan petugas di lapangan.

Terlebih masyarakat maupun pedagang kerap melakukan "kucing-kucingan" dengan para petugas di lapangan.

"Kami menghindari adanya konflik di lapangan bila kami lakukan penertiban paksa terhadap pedagang maupun para pembeli."

"Apalagi kondisi di lapangan, seperti di kawasan Alun-alun Bandung, Jalan Dalem Kaum, Dewi Sartika, dan Kepatihan, meskipun akses menuju lokasi tersebut telah ditutup bagi kendaraan, tapi masyarakat tetap mendekati kawasan tersebut dengan cara berjalan kaki, sehingga petugas di lokasi penutupan tidak dapat menghalau atau melarang masyarakat untuk melewati perbatasan tersebut," ucapnya.

BREAKING NEWS: Pemerintah Putuskan Lebaran Jatuh Hari Minggu

Penulis: Cipta Permana
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved