Breaking News:

PSBB di Bandung Raya

Toko Pakaian di Bandung Ramai Pembeli, Ini Pembelaan Pemkot Bandung

Ema Sumarna mengaku sudah mendapat informasi perihal banyaknya warga yang nekat berjualan dan membuat kerumunan masa.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Ravianto
istimewa
foto Pasar Cicadas penuh 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung tidak dapat berbuat banyak menghadapi para pedagang pakaian di Jalan Otista, Jalan Trunojoyo dan halaman ITC, Jalan Pungkur, Kota Bandung.

Sekretaris daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna mengaku sudah mendapat informasi perihal banyaknya warga yang nekat berjualan dan membuat kerumunan masa.

"Ya, jadi saya mendengar itu."

"Mereka alasannya ekonomi, sudah tidak punya uang untuk kebutuhan keseharian, itu juga menjadi salah satu bahan pertimbangan."

Muda-mudi di Kota Bandung berbondong-bondong berdatangan ke Jalan Trunojoyo dan sekitarnya, Kamis (2?1/5/2020).
Muda-mudi di Kota Bandung berbondong-bondong berdatangan ke Jalan Trunojoyo dan sekitarnya, Kamis (2?1/5/2020). (Tribun Jabar/ Mega Nugraha)

"Untuk sementara kebijakan dari kita, mereka harus bisa benar-benar menjalankan protokol kesehatan, jangan berkerumun dan mengatur jarak," ujar Ema, saat ditemui di Balai Kota, Jumat (22/5/2020).

Sebenarnya, kata Ema, kalau dipaksa membubarkan diri, Ia khawatir bakal terjadi konflik antara petugas dengan warga.

"Di sini saya mohon ada kesadaran semua, karena kalau tetap ditekan ini akan ada potensi konflik yang tentunya harus kita hindari, jangan sampai seperti itu, apalagi bulan ramadan, di sini mohon kesadaran semua pihak," katanya.

Ema mengklaim, untuk gerai Yogya Riau Juntion, Jalan Sunda serta Jalan Kepatihan dipastikan sudah menutup toko fashionnya dan hanya membuka toko yang menjual kebutuhan kebutuhan pokoknya saja.

Suasama di sepanjang jalan Pasar Cikutra Kota Bandung, Jumat (22/5/2020)
Suasama di sepanjang jalan Pasar Cikutra Kota Bandung, Jumat (22/5/2020) (Tribun Jabar/Ery Chandra)

"Sekarang semua kita tutup mall atau grosir yang membuka toko pakaiannya, yang diperbolehkan itu hanya kebutuhan pokok saja," ucapnya.

"Saya tugaskan orang kecamatan dan indag setiap hari harus piket, karena kalau dia melanggar, tindakan berikutnya adalah yang ditutup gedungnya, kalau masih bandel sesuai perwal nomor 29, akan dicabut izinnya," tambahnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved