Tak Puas dengan Kebijakan Desa Mengenai BLT, Warga Datangi Kantor Desa Salem Purwakarta

Tak puas dengan kebijakan mengenai BLT, warga datangi kantor Desa Salem.

Tribun Jabar/Mega Nugraha
Ilustrasi penerima BLT. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Sejumlah warga di Desa Salem, Kecamatan Pondok Salam, Purwakarta menggeruduk kantor desa setempat diduga tak puas atas kebijakan aparat desa yang membagikan bantuan langsung tunai (BLT) dana desa pada Kamis (21/5/2020).

Para warga ini meminta pemerintahan Desa Salem merealisasikan setiap tahapan dana desa Rp 600 ribu per KK bergiliran. Dari video yang beredar, salah seorang warga yang tak diketahui identitasnya mengatakan aparat desa setempat tak miliki alasan mengubah data penerima BLT yang telah ditetapkan sebelumnya.

Kepala Desa Salem, Hendi Hendarlin saat dikonfirmasi mengatakan kejadian di desanya hanyalah kesalahpahaman antara warga dan dirinya.

"Ya itu ketidakpuasan mereka dan karena ketidaktahuan penerima yang terdata. Sebab, penerima itu kan mesti menerima tiga kali. Nah, disangkanya penyaluran sekarang itu dari bantuan yang lain, padahal masih BLT dana desa," ujarnya, Jumat (22/5/2020).

Warga yang datang ke desa tersebut, Hendi mengaku ada warga yang memang telah menerima juga ada warga yang belum menerima bantuan baik dari provinsi maupun kabupaten.

"Kami juga sudah koordinasikan dengan kecamatan soal unjuk rasa itu. Jumlah penerima ada 70 KK di Desa Salem," ujarnya.

Nekat Jualan Pakaian, Pemkot Bandung Segel Yogya Antapani, Yogya Katamso, dan Riau Junction

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved