Pelanggar PSBB di KBB Meningkat Drastis, Tahap Pertama 34.526 Tahap Kedua 102.090 Orang

Angka pelanggaran pengendara baik roda empat maupun roda dua pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar

Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Polisi dan Petugas dari Dishub KBB saat mengecek mobil dari luar kota. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - Angka pelanggaran pengendara baik roda empat maupun roda dua pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap kedua meningkat cukup drastis jika dibandingkan dengan PSBB pada tahap pertama.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan KBB, pada PSBB tahap pertama tercatat hanya 34.526 pelanggar, sedangkan PSBB tahap kedua jumlah pelanggaran meningkat hingga mencapai 102.090 pelanggar dari 6 Mei hingga 14 Mei 2020.

Jumlah tersebut merupakan rekapitulasi dari tiga check point, yakni Lembang 16.363, Padalarang 83.344 dan Cipatat 5.382. Jumlah ini merupakan pelanggaran dari pengendara motor, mobil pribadi, dan angkutan umum.

"Untuk pelanggarannya didominasi pengendara yang tidak pakai sarung tangan," ujar Kepala Dinas Perhubungan KBB, Ade Komarudin melalui Kepala Bidang Teknik dan Prasarana, Fauzan Azima, Jumat (22/5/2020).

Habib Bahar bin Smith Tanpa Kabar dari Nusakambangan, Kuasa Hukum Sebut Seperti Penculikan

Sedangkan untuk yang menggunakan masker, kata Ade, sejauh ini para pengendara rata-rata sudah taat pada aturan PSBB, sedangkan untuk angkutan umum kebanyakan melebihi kapasitas penumpang.

"Untuk pelanggaran angkutan umum juga sebetulnya jarang karena penumpangnya sedikit," katanya.

Ia mengatakan, untuk wilayah yang paling banyak pelanggaran yakni di check point Lembang dan Padalarang karena keduanya merupakan daerah perbatasan dan jalur utama di Bandung Barat.

"Kalau Lembang jelas masuk perbatasan Subang dan Kota Bandung. Kalau di Padalarang kebanyakan pengendara dari Jakarta," ucap Ade.

Cek Waktu Buka Puasa & Waktu Sholat Jumat 22 Mei 2020, untuk Bandung Raya Termasuk Kota Bandung

Sementara untuk PSBB pada tahap ketiga ini, pihaknya akan berupaya untuk menekan jumlah pelanggaran pada PSBB tahap satu dan dua itu agar PSBB kali ini bisa benar-benar berhasil.

"Kalau melihat angka pelanggaran pada PSBB tahap satu dan dua, artinya masih ada pengendara yang coba-coba tanpa menerapkan protokol kesehatan. Padahal sebetulnya mereka sudah paham aturan PSBB, cuma maksain saja," katanya.

Tags
PSBB
KBB
Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved