Wabah Virus Corona

Pakar Psikologi Jelaskan Mengapa Warga Nekat Penuhi Pusat Perbelanjaan di Tengah Ancaman Corona

Adanya kerumunan warga membuat protokol Covid-19 yang harusnya diterapkan jadi terabaikan.

tribunjabar/m rizal jalaludin
Pandemi Covid-19, Warga Berjubel Kunjungi Pasar Palabuhanratu, Pedagang Sebut Omzet Turun 50 % 

"Saat keyakinan tidak akan terkena penyakit dan berpikir tidak mungkin terkena, tanpa disadari kita sudah masuk ke dalam kondisi optimistic bias. Kondisi ini adalah kondisi yang meyakini bahwa diri sendiri tidak akan terkena hal-hal yang negatif atau buruk," tulis Sandi.

Oleh karena itu, apabila meninjau kondisi saat ini, maka ada baiknya bila diberikan informasi mengenai keuntungan-keuntungan apa yang akan didapatkan bila melakukan tindakan-tindakan yang dianjurkan pemerintah, dan kerugian apa yang akan diderita apabila tidak menjalankannya.

19 Terdapat beberapa keuntungan dengan berdiam diri di rumah.

Pertama, menjadi salah satu orang yang berjasa untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit ini.

Kedua, waktu kerja yang fleksibel.

Saat bekerja di rumah, tentunya dapat menentukan kapan memulai dan akan menyelesaikan suatu pekerjaan.

Ketiga, lebih irit dalam mengeluarkan uang untuk keperluan ongkos perjalanan dan makan siang, karena semua dikerjakan di rumah.

Keempat dan yang merupakan keuntungan terpenting, yaitu lebih dekat dengan keluarga.

Saat bekerja di rumah, tentunya berbagai hal dapat dikerjakan di dekat orang–orang yang disayang.

Tidak perlu pergi berlibur untuk dapat bersama keluarga, namun, saat–saat seperti sekarang waktunya bersama keluarga.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Sedang Corona, Kenapa Warga Berkerumun di Pasar dan Mall? Ini Kata Ahli

Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved