Pemerintah Larang Mudik

Jalur Non-Arteri di Jabar Akan Diperketat Guna Hadang Para Pemudik

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jabar Hery Antasari mengatakan peningkatan pergerakan masyarakat terlihat di jalur-jalur nonarteri.

Tribun Jabar/Mega Nugraha
Jalan layang Pasopati 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Mobilitas masyarakat, yang berpergian ke luar daerah meningkat menjelang Idulfitri.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun mengambil langkah tegas dan cepat dengan mengetatkan pengawasan di titik-titik penyekatan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jabar Hery Antasari mengatakan peningkatan pergerakan masyarakat terlihat di jalur-jalur nonarteri.

Maka itu, Dishub Jabar akan mengintensifikasi pengawasan sebagai realisasi larangan mudik di Jabar.

"Pengawasan menjelang Idulfitri, kami melakukan intensifikasi dan kesiapan ulang, khususnya terkait dengan wacana penambahan titik-titik penyekatan tambahan untuk mengantisipasi arus mudik, dan terutama arus balik," kata Hery di Bandung, Jumat (22/5).

Hery mengatakan peningkatan pergerakan masyarakat antara lain terlihat di Gerbang Pasteur.

Pada Minggu (17/5) saja, ujarnya, ada sekitar 8.809 kendaraan yang melintas.

Jumlah itu meningkat dua kali lipat pada Senin dengan 16.328 kendaraan, Selasa sebanyak 16.088 kendaraan, dan Rabu sebanyak 18.273 kendaraan.

Hery pun mengimbau kepada masyarakat Jabar untuk tidak melakukan perjalanan, baik ke luar kota maupun daerah, sebagai upaya membatasi ruang gerak SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19.

Halaman
123
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved