VIDEO Muradi : Harus Ada Instrumen Hukum yang Kuat dalam PSBB, sehingga Ada Efek Jera bagi Pelanggar

Guru Besar Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Prof Dr Muradi menjadi pembicara dalam diskusi bertemakan

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Guru Besar Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Prof Dr Muradi menjadi pembicara dalam diskusi bertemakan ''Dinamika Keamanan Dalam Negeri pada Masa Pandemi Covid-19 dalam Perspektif Keamanan Nasional", di Bandung, Rabu (20/5/2020).

Menurut Muradi, terkait penerapan sosial berskala besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran virus corona, harus disertai instrumen hukum yang kuat agar memberikan efek jera pada pelanggar. 

Muradi mengatakan penegakkan hukum sangat penting dilakukan agar penerapan kebijakan tersebut memberi efek jera sehingga bisa mengurangi bahkan menghilangkan penyebaran Covid-19.

Muradi mengaku telah melakukan kajian bahwa indeks keamanan pada masa pandemi ini berada pada angka 0,47 dari rentang penilaian 0-1.

"Angka ini muncul dari sejumlah parameter yang dihitung dari pergerakan masyarakat, konsentrasi massa, ketersediaan kebutuhan dasar, penegakkan hukum, perluasan pandemi, dan koordinasi kelembagaan. Kalau nilai 0 diartikan keamanan kondusif, nilai 1 diartikan keamanan tidak kondusif," kata Muradi.

PSBB, Muda-mudi Bandung Berdatangan ke Jalan Trunojoyo, Belanja Baju Lebaran, Tak Ada yang Bubarkan

Berdasarkan hasil kajian itu, menurutnya masih terdapat kekurangan dalam tiga parameter terakhir.

"Saat ini penegakkan hukum masih rendah karena belum ada ketegasan bagi pelanggar PSBB sehingga dikhawatirkan berpengaruh terhadap kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan. Ketidaktegasan ini terjadi karena tidak adanya kewenangan bagi polisi dan TNI dalam menjalankan tugasnya," ujar Muradi.

Menurut Muradi, instrumen hukum PSBB kurang kuat karena hanya berdasarkan Undang-undang karantina wilayah dan penanggulangan bencana. Tak heran sejumlah pelanggar larangan mudik pun hanya diminta pulang kembali oleh aparat yang bertugas, sehingga tidak ada efek jera.

Muradi menilai perlu penambahan instrumen hukum dalam PSBB agar peran polisi bisa lebih maksimal, salah satunya dengan menggunakan unsur pidana.

"Jika ada instrumen tersebut, saya yakin kepolisian akan lebih leluasa dalam menindak pelanggar PSBB seperti dengan memberi hukuman kurungan. Jika dengan hukum pidana masih kurang, maka perlu menggunakan darurat sipil bahkan darurat militer agar PSBB berjalan efektif," katanya.

Menurut Muradi, jika dalam penerapan PSBB masih ada ketidaktegasan, maka akan terjadi eskalasi ancaman keamanan pada parameter lain, yakni meluasnya penyebaran virus corona.

Pemancing yang Terseret Air Bah di Sungai Cijolang Ciamis Ditemukan Tersangkut di Pinggir Sungai

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Muradi : Harus Ada Instrumen Hukum yang Kuat dalam PSBB, sehingga Ada Efek Jera bagi Pelanggar, https://jabar.tribunnews.com/2020/05/21/muradi-harus-ada-instrumen-hukum-yang-kuat-dalam-psbb-sehingga-ada-efek-jera-bagi-pelanggar.
Penulis: Daniel Andreand Damanik
Editor: Ichsan  
Video Editor: Wahyudi Utomo

Penulis: Daniel Andreand Damanik
Editor: yudix
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved