Satpol PP Diminta Tegas Menindak Jika Ada yang Langgar PSBB, Jangan Sampai Ada Kecemburuan

Satpol PP diminta tegas tindak jika ada yang langgar PSBB. Jangan sampai ada kecemburuan.

tribunjabar/handika rahman
Toserba Yogya Indramayu, Kamis (21/5/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Store Manager Toserba Yogya Indramayu, Intan Veradianty meminta pemerintah Kabupaten Indramayu tegas menegakkan peraturan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Intan Veradianty mengatakan, jangan sampai pemerintah dalam hal ini Satpol PP tebang pilih tidak menutup tenant penjualan pakaian atau fashion lainnya yang masih membandel.

"Kami sejak awal diberi surat teguran patuh dan ditutup bagian fashionnya," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Kamis (21/5/2020).

Dirinya menyampaikan, masih banyak tenant-tenant penjualan pakaian di tempat lain di Kabupaten Indramayu yang masih beroperasi.

Mereka menimbulkan kerumunan, hal ini terlihat dengan berdesak-desakannya pembeli saat berbelanja baju Lebaran.

Ia juga berniat melayangkan surat protes jika pemerintah tidak bisa menegakkan peraturan dengan adil karena akan menimbulkan kecemburuan bagi pelaku usaha lain yang sudah patuh.

Intan Veradianty menambahkan, pihaknya bahkan mesti merelakan sebanyak 200 karyawan untuk dirumahkan sementara hingga pelaksanaan PSBB tahap kedua di Kabupaten Indramayu berakhir.

Para karyawan itu bahkan sampai menangis membereskan tempat fashion di lantai dua supermarket setempat kemarin.

"Anak-anak pada nangis pas harus dirumahkan, harusnya pemerintah juga bisa tegas," ujarnya.

Tak Hanya SPG Fashion, Toserba Yogya Indramayu Juga Rumahkan Karyawan Food Court

Penulis: Handhika Rahman
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved