Kepala Dishub Jabar: Jangan Coba-coba Mudik Selama PSBB daripada . . .

Menurut Kadishub Jabar, Hery Antasari, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Jabar dilanjutkan melalui PSBB tingkat kabupaten dan kota.

Istimewa
Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar memeriksa kendaraan pribadi, termasuk soal kelengkapan dokumen-dokumen perjalanan pengendara, di tengah larangan mudik menjelang Idulfitri. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar, Hery Antasari, mengingatkan warga Jawa Barat untuk tidak mudik.

Menurutnya, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Jabar dilanjutkan melalui PSBB tingkat kabupaten dan kota. Secara aturan dan substansi tidak banyak berbeda.

Ia mengatakan hanya beberapa kota dan kabupaten yang tidak melanjutkan PSBB karena berbagai pertimbangan.

Ia mengakui, berdasarkan SE Ketua Gugus Tugas Nasional Nomor 4 Tahun 2020, Permenhub 18 dan Permenhub 25 tahun 2020, angkutan umum dan angkutan pribadi diperkenankan beroperasi.

Hanya, ucapnya, ada syarat tertentu yang harus dipenuhi.

"Tapi mudik tetap dilarang, jangan coba-coba mudik karena pasti akan diminta putar balik," ujar Hery melalui sambungan telepon, Rabu (20/5/2020).

Hery mengatakan, Permenhub 18 2020 tentang PSBB dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 dan Permenhub 25 tahun 2020 tentang pengendalian transportasi selama masa IdulFitri 1441 H, penerapan standar/protokol kesehatan maksimal bagi kendaraan angkutan orang dan barang yang akan melakukan perjalanan.

Mogok Kerja, 109 Tenaga Medis Dipecat di Ogan Ilir, Bupati: Apa yang Mereka Tuntut, Semua Sudah Ada

Kemenkop UKM Dukung Pembentukan Koperasi Alumni Unpad, Siap Payungi Pebisnis UMKM Tanah Air

"Semua pelaku perjalanan harus menggunakan masker, bus umum dilarang angkut pemudik, hanya pergerakan non mudik dan ada pembatasan 50 persen kapasitas dan lain-lain. kendaraan pribadi hanya bisa mengangkut penumpang kurang dari kapasitasnya sesuai pedoman juknis," ujar Hery Antasari.

Pihaknya akan melakukan pemeriksaan secara ketat di terminal, chekpoint, dan di jalan untuk memastikan bus dan kendaraan non bus tidak mengangkut pemudik.

"Pemeriksaan dokumen-dokumen perjalanan sesuai syarat SE no 4 tahun 2020, KTP dan lainnya. Jika terindikasi mudik akan diminta putar balik, selain ada pemeriksaan suhu tubuh," ujar Hery Antasari.

Halaman
12
Penulis: Tiah SM
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved