Bulan Ramadhan

Belum Ada Kabupaten dan Kota Zona Hijau, Sholat Idul Fitri di Jabar Diimbau Dilaksanakan di Rumah

Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat merekomendasikan sholat Idul Fitri di seluruh Jawa Barat tahun ini dilaksanakan di rumah.

Tribun Jabar/Muhamad Syarif Abdussalam
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengumumkan level kewaspadaan tingkat kabupaten dan kota di Jawa Barat setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) Jabar berakhir, di Gedung Pakuan, Rabu (20/5/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat merekomendasikan sholat Idul Fitri di seluruh Jawa Barat tahun ini dilaksanakan di rumah.

Karena di Jawa Barat belum ada daerah yang berada di level 1 atau zona hijau yang bebas dari kasus Covid-19.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan berdasarkan hasil kajian ilmiah, tiga daerah yakni Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, dan Kota Cimahi, berada di Level 4 atau zona merah.

Berikut Daftar Zona Merah sampai Zona Biru Covid-19 di Jabar setelah PSBB

Artinya, masih ditemukan kasus COVID-19 pada satu klaster atau lebih dengan peningkatan kasus signifikan, sehingga dapat dilakukan PSBB maksimal atau penuh di daerah tersebut.

Kemudian, 19 daerah berada di Level 3 atau zona kuning, yakni Kabupaten Bandung, Bogor, Ciamis, Cianjur, Cirebon, Indramayu, Karawang, Kuningan, Majalengka, Purwakarta, Subang, Sukabumi, Tasikmalaya, Kota Bandung, Banjar, Bogor, Cirebon, Depok, dan Tasikmalaya. Artinya, ditemukan kasus COVID-19 pada klaster tunggal, sehingga bisa diterapkan PSBB parsial di daerah tersebut.

Sedangkan, 5 daerah yakni Kabupaten Garut, Pangandaran, Sumedang, Bandung Barat, dan Kota Sukabumi, berada zona biru atau ditemukan kasus secara sporadis, baik lokal maupun kasus impor, maka perlu diterapkan physical distancing.

Ridwan Kamil Terima Kiriman Rantangan dari Anies dan Khofifah, Emil Berencana Membalas

"Tanpa mengurangi ke-khidmat-an dalam menjelang Idulfitri dan syariatnya, kami memohon warga, satu tidak mudik, kemudian mudiklah dengan digital, silahturahmilah dengan virtual. Dan juga berhubung 27 kabupaten kota tidak ada daerah warna hijau, kami merekomendasi salat Idulfitri di rumah masing-masing," kata Kang Emil di Gedung Pakuan, Kamis (21/5/2020). 

Kang Emil mengatakan PSBB tingkat provinsi di Jabar dilanjutkan secara proporsional sampai Jumat (29/5). Artinya, setiap daerah mendapat diskresi untuk menentukan persentase maksimal pergerakan masyarakat selama PSBB berlangsung.

"Kami juga mendapati kerawanan euforia dari Idulfitri, maka kami sepakat Gugus Tugas untuk melanjutkan PSBB provinsi sampai tanggal 29 Mei 2020," kata Kang Emil.

Halaman
12
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved