Virus Corona di Jabar

Pandemi, Warga Berdesakan di Pusat Perbelanjaan, Perawat Sukabumi: Kami Miris dan Prihatin

Masykur merasa, upaya para perawat untuk mengedukasi warga menjalankan protokol kesehatan, seperti sosial distancing gagal

Tribun Jabar/ M Rizal Jalaludin
Pasar Semi Modern Palabuhanratu diserbu warga. 

Laporan Kontributor Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Pandemi virus corona, membuat Pemerintah Republik Indonesia memberlakukan Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB), sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona.

Salah satunya di Kabupaten Sukabumi, yang juga melakukan PSBB yang telah berakhir kemarin. Namun, Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah mengajukan perpanjangan PSBB kepada Gubernur Jawa Barat.

Meskipun diberlakukan PSBB, menjelang lebaran, ternyata tidak membuat masyarakat diam di rumah, justru warga berjubel, berdesakan memenuhi pusat perbelanjaan, memburu berbagai jenis pakaian, makanan untuk berlebaran.

Bahkan, akibat membludaknya warga di pusat perbelanjaan, jalanan pun macet.

Menanggapi kondisi tersebut, DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi mengaku miris dan prihatin.

Masykur merasa, upaya para perawat untuk mengedukasi warga menjalankan protokol kesehatan, seperti sosial distancing gagal.

Kabar Baru Habib Bahar bin Smith yang Ditangkap Brimob Bersenjata Lengkap, Tempati Sel Pengasingan

"Tanggapan saya mewakili perawat se Kabupaten Sukabumi, pertama sangat prihatin dan sangat miris, karena upaya kita untuk mengedukasi masyarakat agar menjalankan protokol kesehatan, salah satunya social dan physical distancing tidak berhasil," ujar Masykur kepada Tribunjabar.id melalui pesan singkat.

"Kedua kebijakan dan implementasi PSBB mungkin perlu dievaluasi kembali," ucapnya.

Dirinya khawatir, apabila warga masih mengabaikan anjuran pemerintah, pandemi corona akan semakin lama hilang.

"Selanjutnya kalau masyarakat masih seperti ini, saya sangat khawatir pandemi ini masih lama terjadi, dan ketika itu terjadi pastinya semua akan terdampak, dampak kesehatan dan dampak ekonomi akan lebih buruk lagi kita rasakan," tuturnya.

Bosan dengan Camilan yang Itu-itu Aja? Yuk Coba Masak Bola Ubi Isi Coklat Khas Bandung, Ini Resepnya

Meskipun masih ada warga yang ngeyel tidak mentaati aturan, Masykur tidak bosan, ia bersama para perawat terus memberikan edukasi kepada warga.

"Saya mewakili perawat Kabupaten Sukabumi tidak bosan-bosan mengajak semua pihak termasuk masyarakat, mari kita bersinergi, samakan persepsi, satukan langkah,

berjuang bersama melawan Covid-19 ini, kami Nakes berjuang di fasilitas kesehatan puskesmas, rumah sakit, masyarakat berjuang untuk tetap di rumah, kita sama-sama berjuang," pungkasnya.

UPDATE Positif Covid-19 di Jabar Genap 1.700 Kasus, Banjar dan Kabupaten Cirebon Nol Kasus Positif

Penulis: M RIZAL JALALUDIN
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved