MUI KBB Izinkan Warga Salat Idulfitri Berjamaah di Lapangan atau Masjid, Tapi Ada Syaratnya

Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Kabupaten Bandung Barat ( KBB) mempersilakan masyarakat untuk melaksanakan solat Idulfitri berjamaah

yongky yulius/tribun jabar
ILUSTRASI: Ribuan Umat Muslim Salat Idulfitri di Masjid Raya Bandung dan Alun-alun Bandung, Jumat (15/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Kabupaten Bandung Barat ( KBB) mempersilakan masyarakat untuk melaksanakan solat Idulfitri berjamaah, baik di masjid maupun di lapangan.

Namun, untuk syarat pelaksanaanya tetap harus menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah untuk antisipasi penyebaran Covid-19.

Ketua MUI KBB, Muhammad Ridwan, mengatakan, selain harus menerapkan protokol kesehatan, solat Idulfitri juga hanya dibatasi untuk 50 orang saja.

MUI Jabar Ingatkan Masyarakat Agar Patuhi Imbauan Pemerintah, Salat Idulfitri di Rumah Saja

"Pelaksanaan solat Idulfitri berjamaah bisa dilakukan di lapangan terbuka maupun masjid yang berukuran besar," ujarnya saat dihubungi, Rabu (20/5/2020).

Terkait dalam menerapkan protokol kesehatan, pihaknya menyarankan untuk menjaga jarak, menggunakan masker, memakai Handsanitizer dan untuk tidak bersalaman seusai solat.

Hanya, saja kata dia, pelaksanaan salat Idulfitri itu hanya diperbolehkan untuk wilayah yang tidak diberlakukan PSBB dan wilayahnya masuk zona aman.

"Tapi baik di masjid yang berukuran besar maupun lapangan yang luas, pelaksanaan solat Idulfitri ttidak boleh lebih dari 50 orang," kata Muhammad

Terkait hal ini, pihaknya dalam waktu dekat akan segera mengeluarkan surat edaran terkait keputusan pelakaanaan salat Idulfitri berjamaah ini.

Sementara terkait teknis pengawasan di lapangan, Ridwan mengatakan, hal tersebut diserahkan kepada panitia pelaksana setempat.

"Nanti kita berkoordinasi dengan pihak kecamatan, desa, RW, terkait pelaksanaannya," ucapnya.

Bupati Bandung Barat Aa Umbara, mengatakan berdasarkan hasil evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, bahwa KBB masih berada dalam zona kuning.

"Hasil evaluasi gugus tugas, kita (KBB) masih ada di zona kuning, meskipun hasil evaluasi gubernur KBB ada di zona biru," katanya, belum lama ini.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved