Habib Bahar bin Smith Dipindah ke Nusakambangan, Kuasa Hukum Tak Tahu Penyebabnya: Arogan

Pemindahan HB Assayid Bahar bin Smith (36) dari Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Bogor, masih menjadi tanya.

istimewa
Habib Bahar bin Smith (baret merah). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemindahan HB Assayid Bahar bin Smith (36) dari Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Bogor, masih menjadi tanya.

Hingga kini, pihak keluarga dan kuasa hukum Habib Bahar bin Smith tidak mengetahui alasan pasti pemindahan ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Kuasa hukum Habib Bahar bin Smith, Aziz Yanuar, mengatakan kabar yang mereka peroleh kliennya tersebut hanya dipindahkan. Namun tak mengetahui pasti lengkapnya seperti apa.

"Kami dapat info dini hari tadi. Jam pastinya kami tidak dikasih tahu," ujar Aziz saat dikonfirmasi Tribun melalui ponselnya, Rabu (20/5/2020).

Menurutnya, penanganan terhadap pendiri Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin tersebut sangat berlebihan hingga subjektif.

"Jika alasannya karena pendukungnya kemarin melakukan aksi di depan Lapas Gunung Sindur, mereka hanya ingin Habib dapat perlakuan baik," katanya.

BAHAYA Matahari Berada di Masa Lockdown, Berbagai Bencana Mengintai di Bumi

"Kami jamin tak ada massa datang melakukan aksi. Apalagi itu hak seseorang untuk didampingi kuasa hukum dan mendapat perlakuan baik, meski selama di tahanan," ujarnya.

Menurutnya, pemindahan ke Lapas Nusakambangan dengan alasan massa pendukungnya meresahkan, tak masuk akal.

120 Pedagang di Dua Pasar Subang Lakukan Rapid Test

"Sangat konyol, arogan, dan menunjukkan mental tirani dan antikritik, bukan melayani dan pengayoman sebagaimana slogannya. Ini buruk bagi perkembangan demokrasi di Indonesia," katanya. (*)

Penulis: Ery Chandra
Editor: Sugiri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved