Gabut karena WFH Pelihara Ikan Dijadikan Solusi, Pedagang Pun Tersenyum

Pedagang ikan dan akuarium justru menangguk rezeki di tengah pandemi virus corona dan imbaun untuk tetap di rumah.

TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA
PENGUNJUNG melihat ikan di pasar ikan Jalan Peta, Rabu (20/5/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pedagang ikan dan akuarium justru menangguk rezeki di tengah pandemi virus corona dan imbaun untuk tetap di rumah. Banyak warga membeli ikan hias di Jalan Peta Kota Bandung.

Pantauan Tribun di Jalan Peta, Rabu (20/5/2020), setiap lapak menjual ikan banyak didatangi pembeli. Baik pedagang maupun pembeli mayoritas menggunakan masker dan sarung tangan.

Di kawasan itu, umumnya pedagang menjual ikan hias mulai dari ikan koi, koki, dan cupang. Ikan air laut pun dijual. Tidak hanya itu, mereka juga menjual akuarium, aksesori, hingga pakan ikan.

"Jadi sejak dua bulan terakhir ini lah banyak yang beli akuarium‎ sama ikan hias plus aksesori akuarium lainnya. Pendapatnya lumayan," kata Jamal (40), pedagang akuarium.

Harga murah jadi pilihan warga untuk berkegiatan di rumah dengan mengurus ikan hias. Apalagi, kata dia, pemerintah mengimbau warga untuk tetap di rumah untuk menghindari penularan virus corona.

"Jadi rata-rata yang beli itu mereka yang di rumah saja. Mereka bilang di rumah terus jadi butuh hiburan, beli ikan hias. Sepaket sama akuarium dan aksesori lainnya," ujar Jamal.

Untuk ukuran akuarium kecil dihargai Rp 30 ribu. Lalu untuk filter udara Rp 50 ribu. Pernak-pernik akuarium lainnya seharga tidak lebih dari Rp 50 ribu.

"Untuk ikannya variatif, dari Rp 5 ribu per ekor sampai Rp 40 ribu juga ada. Jadi memang murah. Belakangan ini memang banyak yang beli akuarium plus beli ikannya," ujar Andri (46), pedagang ikan.

Selama pandemi, ia bisa menjual lebih dari 50 ekor ikan hias yang harganya mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu per ekor. Ada juga yang dijual paket seperti Rp 10 ribu tiga ekor untuk ikan koki kecil.

"Kalau dilihat-lihat sih emang ada peningkatan karena orang-orang bilangnya supaya ada kerjaan di rumah, urus ikan hias," kata dia.

Bupati Kuningan Bareng Forkopimda Sidak Pasar dan Toko Swalayan, Dibagi 8 Tim

Tribun berbincang dengan Dania (35) warga Jalan Kopo, pegawai swasta yang sejak sebulan terakhir bekerja di rumah. Selama sebulan terakhir ia merasa sudah bosan di rumah dan perlu hal baru. Ia kepikiran merawat ikan karena setiap hari lewat Jalan Peta.

"Lagi gabut di rumah terus, kepikiran merawat ikan. Hari ini beli ikan hias, beli akuarium sama aksesorinya. Totalnya tadi Rp 150 ribu. Akuarium kecil. Namanya juga pemula," kata Dania.

Untuk Para ASN dan Pegawai BUMN, Tanggal 22 Mei Tetap Masuk Ya, Bukan Cuti Bersama

Lalu ada Hendra (36), ASN Pemkot Bandung‎. Namanya ASN, mereka sudah bekerja di rumah sejak dua bulan terakhir. Di rumah terus, butuh hiburan.

"Saya sih enggak ngerti ikan ya, cuma lihat-lihat di media sosial cara work from home biar enggak bosen, katanya pelihara ikan mas. Saya cobain sekarang beli ikan cupang sama akuarium kecil," kata Hendra. (*)

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Sugiri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved