PSBB di Jabar

VIDEO Keadaan di Pasar Baru Bandung dan Tanggapan Pedagang saat PSBB di Perpanjang

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) atau PSBB di Kota Bandung mulai diberlakukan. Rencana hingga 29 Mei 2020 mendatang.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) atau PSBB di Kota Bandung mulai diberlakukan. Rencana hingga 29 Mei 2020 mendatang.

Kebijakan tersebut membuat para pelaku usaha di Pasar Baru, Kota Bandung angkat bicara.

Pantauan Tribun Jabar, suasana jalan di Pasar Baru Trade Center tampak dilakukan blokade atau penutupan. Namun, tak sedikit toko atau tempat usaha sekitar yang buka. Bahkan beberapa orang terlihat sedang bertanya-tanya dan membeli barang yang diinginkan.  

Seorang pekerja toko pakaian, Inie (30) mengatakan apabila jalan dilakukan penutupan karena PSBB. Tentunya berdampak kepada penghasilan bersama enam rekannya yang lain. Pasalnya, mereka hanya merupakan pekerja harian.

"Apalagi kami dihitungnya per hari. Enggak ada tunjangan apapun. Seperti saya sebagai orangtua tunggal, kalau bukan dari sini, sumber mana lagi?," ujar Inie kepada Tribun di Jalan Otista, Kota Bandung, Selasa (19/5/2020).

Perwakilan Toko PD. Elie Busana,
Apong (50) menuturkan sudah dua minggu tempat usaha tersebut tidak beraktivitas. Sebagai gantinya melakukan penjualan via daring.

"Baru hari ini kami buka toko, ini pun setengah pintu. Penjualan online ada yang beli dari langganan kami. Tapi 90 persen turun sekarang," katanya.

Sedangkan, pemilik Parahyangan Sari-sari, Dindin Saefudin (50) mengatakan dari 35 toko yang menjual oleh-oleh khas di pasar baru sebagian besar masih tutup. Terlebih PSBB diperpanjang membuat mereka pasrah dan tak jadi buka esok hari. 

"Kalau seperti ini mati kami, hancur sudah jualan. Mereka cuma ngomong saja, bukti bantuan nol besar," ujarnya.

Dia bilang mengambil keputusan PSBB semestinya tak membuat masyarakat menjadi kebingungan. Ditambah, kebijakan pun tidak saling berkesinambungan.

"Imbasnya pasti ke kami pedagang. Omzet 90 persen hilang. Biasanya menjelang lebaran Rp. 5 juta ke atas pasti dapat. Sekarang miris, Rp. 200 ribu sudah syukur," katanya.

Penulis: Ery Chandra
Video Editor: Wahyudi Utomo

Penulis: Ery Chandra
Editor: yudix
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved