PSBB di Bandung Raya

Selama PSBB Tahap III di KBB, Pasar Tradisional Akan Diawasi Ketat

PSBB tersebut resmi diperpanjang hingga 14 hari ke depan terhitung mulai 20 Mei hingga 2 Juni 2020 dengan teknis lebih difokuskan di tingkat RW.

Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Suasana di Pasar Tagog Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (19/5/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal melakukan pengawasan secara ketat pasar-pasar tradisional selama pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap tiga.

Pengawasan tersebut perlu dilakukan karena saat PSBB tahap satu dan dua, masyarakat masih banyak yang berkerumun, terlebih saat ini kondisinya sudah mendekati momentum lebaran.

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara mengatakan, saat mendekati momentum lebaran pasti banyak pergerakan orang untuk berbelanja ke pasar untuk memenuhi kebutuhannya.

"Ini yang harus diperhatikan oleh masyarakat juga, agar tetap memperhatikan protokol kesehatan, termasuk di pasar yang jadi sorotan kami," ujarnya seusai rapat Forkopimda di Kompleks Perkantoran Pemda KBB, Selasa (19/5/2020).

Ia mengatakan, jika melihat kondisi saat ini, khususnya menjelang lebaran, kerumunan orang yang berbelanja, akan lebih padat dibandingkan pada saat momen munggahan jelang puasa lalu.

Menurutnya, masalah Covid-19 ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi semua pihak, dan harus didukung kesadaran dari semua masyarakat Bandung Barat.

"Masyarakat jangan berpikir kalau mengatasi pandemi ini menjadi tugas pemerintah, tapi justru tugas utamanya masyarakat," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) memperpanjang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 14 hari ke depan terhitung mulai 20 Mei-2 Juni 2020.

PSBB yang akan diterapkan untuk ketiga kalinya ini akan difokuskan pada PSBB di tingkat RW yang terdeteksi ada kasus positif Covid-19.

"Kita akan melanjutkan PSBB tahap 3 ini mulai besok, Rabu (20/5) selama 14 hari. Alasannya karena hasil evaluasi gugus tugas, kita (KBB) masih ada di zona kuning, meskipun hasil evaluasi gubernur KBB ada di zona biru," ucap Aa Umbara.Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap tiga di daerah Kabupaten Bandung Barat (KBB) siap diberlakukan, setelah pelaksanaannya resmi diperpanjang.

PSBB tersebut resmi diperpanjang hingga 14 hari ke depan terhitung mulai 20 Mei hingga 2 Juni 2020 dengan teknis lebih difokuskan di tingkat RW.

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara mengatakan, perbedaan yang paling mendasar dari PSBB antara tahap pertama dan kedua  adalah bahwa pengawasan langsung dilakukan di setiap RW yang terdapat pasien/warga yang positif Covid-19.

"Nantinya warga yang ke luar wilayah mereka, harus ada surat keterangan dari aparat setempat," ujar Aa Umbara seusai rapat Forkopimda di Kompleks Perkantoran Pemda KBB, Selasa (19/5/2020).

Meskipun masih PSBB parsial, kata dia, tetapi hal ini masih tetap berlaku untuk seluruh wilayah KBB dan yang jadi perhatian ada di delapan desa dan 13 RW.

"Sejauh ini PSBB yang pertama dan kedua sebetulnya sudah cukup berhasil menekan penyebaran Covid-19, khususnya pada periode PSBB kedua," katanya.

Bahkan berdasarkan hasil evaluasi dari pihak provinsi, KBB masuk kepada zona biru (aman), sehingga menunjukkan jika PSBB tahap kedua di KBB jauh lebih baik jika dibandingkan tahap pertama.

"Hasil evaluasi provinsi KBB masuk zona biru, tapi berdasarkan evaluasi Satuan Gugus Tugas KBB masih zona kuning, makanya tetap waspada," ucap Aa Umbara.

Beda PSBB Tahap I, II dan III di KBB

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved