PSBB di Bandung Raya

PSBB Maksimal di Bandung Dilanjutkan sampai 29 Mei, Rapid Test dan Swab Test Akan Dioptimalkan

Menurutnya, dari laporan yang dia terima penyaluran bantuan kepada DTKS saat ini sudah mencapai 80 persen.

Tribun Jabar/ Mega Nugraha
SWAB TES secara random kepada pengguna jalan digelar di cek poin Pasteur di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Kamis (14/5/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Selama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap ketiga, Pemerintah Kota Bandung akan mengoptimalkan rapid dan swab test

Demikian dikatakan Ketua Tim Gugus Tugas ‎Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Oded M Danial, di Balai Kota, Jalan Wastu Kencana, Kota Bandung, Selasa (19/5/2020). 

"Rapid test Alhamdulillah (berjalan) kita juga punya BSL 2, swab juga sedang berjalan sedang aktif yang ada di Dinas Kesehatan ini dioptimalkan terus," ujar Oded. 

Selain itu, pihaknya pun akan mulai melakukan pendataan terhadap warga miskin baru terdampak Covid-19 atau non data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). 

"Jaring pengaman sosial terus berjalan saya kira, itu konsekuensi logis. Dinsosnagkis harus terus melakukan dan dipercepat (pendataan)," katanya. 

Menurutnya, dari laporan yang dia terima penyaluran bantuan kepada DTKS saat ini sudah mencapai 80 persen. 

"Mudah-mudahan pekan ini selesai. Non DTKS dari provinsi sudah digulirkan," ucapnya. 

Sebelumnya, Kota Bandung memutuskan memperpanjang penerapan PSBB maksimal di Kota Bandung.

Keputusan tersebut merupakan hasil dari rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dilakukan di Balai Kota Bandung, Selasa (19/5/2020).

"Kita sepakat PSBB dilanjutkan sampai 29 Mei 2020," ujar Oded.

Menurut Oded, penambahan waktu PSBB ini akan tetap menggunakan payung hukum Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Bersekala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Bandung.

"Hanya saja ketentuan waktunya akan diubah," katanya.

Menurutnya, pertimbangan terbesar dari perpanjangan masa PSBB di Kota Bandung adalah aspek kesehatan, dimana Pandemi Covid-19 masih menunjukan tren yang mengkhawatirkan.

"Ini diambil karena berbagai aspek, baik kesehatan, aspek ekonomi, sosial keagamaan, tapi kita utamakan aspek kesehatan masyarakat," ucapnya.(*)

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved